Berbagi Daging Kurban Berbungkus Bahan Ramah Lingkungan

    Ahmad Mustaqim - 11 Agustus 2019 13:14 WIB
    Berbagi Daging Kurban Berbungkus Bahan Ramah Lingkungan
    Panitia kurban Masjid Margoyuwono membungkus daging dengan daun jati. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Takmir masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan pembungkus yang ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban di Hari Raya Iduladha 2019. Mulai dari menggunakan daun maupun pembungkus dari bahan dasar bambu hingga daun jatin.

    Masjid Pathok Negoro Plosokuning Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, memilih besek untuk pembungkus daging kurban. Keputusan menggunakan bungkus besek itu diambil lewat sejumlah pertimbangan.

    "Kita tahu masalah sampah plastik itu jadi masalah tak cuma di kampung tapi negara juga. Kita ingin menggunakan contoh. Bagaimana kalau kita menggunakan besek, sarana yang ramah lingkungan," kata Takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning, Kamaludin, saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu, 11 Agustus 2019.

    Keputusan menggunakan besek setelah menggelar rapat panitia kurban masjid setempat. Kamaludin mengatakan ini kali pertama takmir menggunakan pembukus ramah lingkungan tersebut. Besek tersebut dialasi daun pisang untuk ditaruh daging kurban.

    "Sebelumnya kami pakai plastik untuk membagikan daging kurban. Setelah mikir plastik selama ini jadi masalah, kami putuskan pakai pembungkus yang lebih ramah lingkungan," ujar Kamaludin.

    Anggaran untuk membeli besek memang lebih mahal ketimbang plastik. Namun, penambahan anggaran itu tidak menjadi masalah dibanding dampak yang ditimbulkan dari sampah plastik. Apalagi, plastik yang digunakan membagikan daging kurban biasanya untuk sekali pakai.

    "Kalau dihitung-hitung memang anggarannya lebih (bertambah). Tapi ini sebagai contoh apabila ada yang ingin menggunakan pembungkus yang lebih ramah alam," kata dia.

    Di Masjid Pathok Negoro tersebut hari ini menyembelih hewan kurban berupa sapi 10 ekor dan kambing 45 ekor. Penyembelihan dan pembagian daging melibatkan sekitar 200 orang.

    "Sehari ini kurban bisa selesai. Kami bagikan untuk warga Plosokuning I, Plospkuning II, Plosokuning III, Plosokuning IV, Plosokuning V, dan perumahan muslim yang dekat masjid. Per KK dapat sekitar 1,5 kilogram," ujarnya.

    Memakai daun jati

    Masjid Marguyuwono Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta juga menggunakan pembungkus daging yang mudah diurai alam saat jadi sampah. Takmir Masjid Margoyuwono menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban.

    Sekretaris Takmir Masjid Marguyuwono Kecamatan Kraton, Hartoko mengatakan daun jati untuk bungkus daging kurban bukan hal baru. Ia mengatakan takmir masjid sudah pernah menggunakannya pada tahun-tahun sebelumnya.

    "Dulu sudah pernah pakai daun jati tapi dilapisi plastik. Sekarang yang mengambil daging sudah membawa wadah sendiri. Untuk yang pakai daun jati tanpa plastik baru tahun ini," katanya.

    Hartoko mengatakan ada sekitar dua ribu lembar daun jati yang disiapkan untuk membungkus daging kurban. Adapun hewan kurban yang disembelih ada lima ekor sapi dan 20 ekor kambing.

    "Ada dua ekor sapi dan enam kambing lain yang kami serahkan di Kabupaten Kulon Progo," kata dia.

    Berbagi Daging Kurban Berbungkus Bahan Ramah Lingkungan
    Panitia kurban Masjid Pathok Negoro Plosokuning memakai besek dan daun pisang untuk membagikan daging kurban. Dok: Takmir Masjid Plosokuning.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id