Pendakian 17 Agustus di Gunung Semeru Dibuka

    Daviq Umar Al Faruq - 09 Agustus 2019 13:34 WIB
    Pendakian 17 Agustus di Gunung Semeru Dibuka
    Ilustrasi pendakian Gunung Semeru. (Medcom.id/Daviq Umar)
    Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka pendakian di Gunung Semeru jelang peringatan hari perayaan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2019. Namun, kuota yang disediakan hanya untuk 600 pendaki saja.

    Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Humas, Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan Gunung Semeru memang selalu dijadikan tempat upacara 17 Agustus bagi para pendaki setiap tahunnya. Ada tiga titik upacara, yaitu di Ranu Pani, Ranu Kumbolo, dan Kalimati.

    "Pendakian tetap dibuka 17 Agustus tahun ini. Tapi kalau mendaki sampai puncak Semeru tetap kita tidak merekomendasi, karena batas akhir pendakian hanya sampai Kalimati," katanya saat dikonfirmasi, Jumat 9 Agustus 2019.

    Sarif menjelaskan kegiatan upacara 17 Agustus di Gunung Semeru adalah bentuk pendidikan rasa nasionalisme kepada masyarakat. Selain itu upacara kemerdekaan juga sebagai bentuk cinta tanah air.

    "Nanti petugas TNBTS jadi inspektur upacara di tiga titik itu. Dalam mempersiapkan upacara ini kami juga dibantu oleh para pecinta alam," bebernya.

    Jelang 17 Agustus, TNBTS tidak membuka kuota tambahan bagi para pendaki. Kuota yang disediakan tetap sama seperti hari biasa yaitu sebanyak 600 pendaki. Kuota tersebut pun telah habis alias full booked.

    Sarif mengimbau agar pendaki yang belum memesan tiket atau kehabisan kuota tidak memaksakan diri untuk mendaki ke Gunung Semeru. Untuk mengantisipasi adanya pendaki yang memaksa naik, TNBTS telah menyiagakan personil di tiap gerbang masuk.

    "Di pos-pos pintu masuk seperti Blok Jemplang kita siapkan petugas, di Ranu Kumbolo dan Kalimati juga kita siapkan petigas. Masing-masing pos kira-kira 10 orang, ditambah pula dengan bantuan pecinta alam," terangnya.

    Disisi lain, Sarif mengimbau kepada pendaki yang hendak upacara di Gunung Semeru untuk membawa pulang kembali sampah masing-masing. Selain itu, pendaki juga diminta bijak dalam menggunakan api.

    "Karena saat ini sedang musim kemarau, musim kering. Antisipasinya harus bijaksana saat menggunakan api. Kalau selesai menggunakan api pastikan api padam, tidak ada percik atau bara api yang tertinggal," pungkasnya.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id