ODGJ Mengamuk, Satu Orang Tewas Kena Tikam

    Media Indonesia - 12 Oktober 2021 15:46 WIB
    ODGJ Mengamuk, Satu Orang Tewas Kena Tikam
    Ilustrasi Medcom.id



    Bandung: Seorang pengidap gangguan jiwa bernama Aep, 28 mengamuk saat hendak dibawa berobat oleh keluarganya. Pelaku melukai beberapa orang dengan senjata tajam, satu di antaranya meninggal. 

    Korban meninggal bernama Ajeng ,60, warga Kampung Tutugan RT 05/05, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu kini telah diamankan petugas.

     



    Sebelum dibawa berobat, tiba-tiba pelaku mengamuk membabi buta dengan menyerang orang-orang disekitarnya.

    "Kejadiannya pada Senin petang, 11 Oktober. Pelaku melakukan penusukan kepada tiga orang tapi satu orang meninggal. Korban meninggal sempat dibawa ke RSUD Cibabat tapi tidak tertolong," kata Kapolsek Cisarua, Kompol Darto saat dikonfirmasi, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Polisi telah memasang garis polisi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata. Pelaku sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat untuk diperiksa kondisi kejiwaannya.

    "Pelaku sudah ditangkap dan kami memasang garis polisi di lokasi," terangnya.

    Baca: Bandung Barat Targetkan vaksinasi 100% Pada November

    Dua korban lainnya, yakni Ujang Sumarna, 43, dan Ian ,40, mengalami luka parah hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit karena sabetan senjata tajam yang pegang pelaku.

    Idham Hasyri, saksi mata sekaligus keluarga korban meninggal menyebutkan, insiden itu berawal saat dirinya serta pengurus RW dimintai tolong oleh keluarga pelaku untuk membawa Aep ke sebuah pesantren di Subang lantaran mengalami gangguan jiwa.

    "Pelaku sebelumnya sempat mengamuk pada pagi hari. Ketika kita akan evakuasi sore hari, pelaku keluar dari kamarnya menunggu sambil menantang warga. Kita enggak tahu di dalam jaketnya, dia menyimpan senjata tajam," ungkap Idham.

    Ketika dihampiri, pelaku memberontak sambil menusukkan pisau ke bagian perut salah satu korban bernama Ujang. 

    "Awalnya kita enggak tahu dia ditusuk, saya kira hanya dipukul saja. Tapi kemudian korban memegang perut yang berdarah," kata Idham.

    Aksi pelaku tak berhenti, amukan Aep semakin menjadi hingga kemudian menyerang Ian yang merupakan kakaknya sendiri. Setelah itu, pelaku menganiaya Ajeng.

    "Luka Ajeng lebih parah dari dua korban sebelumnya. Dia lalu dibawa ke rumah sakit, tapi akhirnya meninggal dunia," ucap Idham.

    Pelaku menyerah setelah polisi menembak bagian paha, kemudian Aep langsung dibawa ke RS Sartika Asih untuk diobati, "Untuk korban meninggal sudah dimakamkan, sedangkan korban luka Pak Sumarna dirawat di RSHS dan Ian di RS Cibabat," tambahnya.

    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id