Klaster Covid-19 di DIY Bermunculan di Tengah Penurunan Kasus

    Ahmad Mustaqim - 15 Oktober 2021 20:44 WIB
    Klaster Covid-19 di DIY Bermunculan di Tengah Penurunan Kasus
    ilustrasi Medcom.id



    Yogyakarta: Sejumlah klaster covid-19 bermunculan di Daerah istimewa Yogyakarta (DIY). Ironisnya klaster-klaster itu muncul di tengah penurunan kasus covid-19 yang sudah terjadi dalam beberapa pekan.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati, menjelaskan ada belasan santri di Kecamatan Karangmojo terkonfirmasi positif covid-19. Kasus covid-19 di pondok pesantren (ponpes) itu muncul pada akhir bulan lalu.

     



    "Awal (kemunculan klaster ponpes) itu dari laporan Puskesmas Ponjong II ke Puskesmas Karangmojo I, ada santri ponpes tersebut berobat dengan keluhan anosmia," kata Dewi saat dihubungi, Jumat, 15 Oktober 2021.

    Baca: Penerima BLT TPST Bantar Gebang Bekasi Bertambah Satu Kelurahan

    Hasil tes PCR santri tersebut menunjukkan positif covid-19. Saat tracing, virus tersebut sudah merambah ke belasan santri. "(Jumlah) totalnya ada 17 orang (santri yang positif covid-19)," jelasnya.

    Aktivitas pembelajaran di ponpes tersebut kemudian dihentikan sementara. Santri yang terkonfirmasi terpapar covid-19 menjalani isolasi mandiri. Di sisi lain, proses tracing di lingkungan ponpes tersebut terus berlanjut.

    Selain di Gunungkidul, klaster covid-19 juga muncul di Kabupaten Bantul. Ada dua klaster yang diketahui ada di Kecamatan Bambanglipuro dan Kecamatan Sanden.

    Salah satu petugas Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Tarsisius Glory, mengatakan, dua klaster itu muncul dari kegiatan menjenguk orang sakit dan kegiatan senam warga.

    Tarsisius mengatakan, klaster senam yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro ini muncul pada awal bulan ini karena ada warga yang sedang positif covid-19 bergabung senam. Warga positif covid-19 itu kemudian menulari warga lain yang ikut senam.

    "Jumlahnya (yang positif covid-19) ada sembilan orang. Semuanya isoman (isolasi mandiri) karena tanpa gejala," ujarnya.

    Proses tracing klaster itu masih terus dilakukan. Di sisi lain, klaster covid-19 akibat menjenguk warga yang belum diketahui penyakitnya. Menurut Tarsisius, tetangga menjenguk orang sakit itu meski belum dilakukan tes usap.

    "Setelah (tetangga yang menjenguk) pada pulang, pasien diperiksa lagi, diswab hasilnya positif," ungkapnya.

    Warga yang turut menjenguk itu lantas menjalani tes usap. Tarsisius mengatakan, ada delapan warga yang diketahui positif covid-19 dan dirawat di RSLKC Bambanglipuro

    "Sama puskesmas masih akan tracing lagi 34 orang pemilik riwayat kontak erat," jelasnya.

    Laporan Pemerintah DIY hari ini ada tambahan 32 kasus covid-19 baru sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 155.451 kasus. Angka positivity rate hari ini dilaporkan 0,43 persen.

    Selain itu, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 87  kasus dan angka kesembuhan menjadi 149.559 jiwa. Sementara, total kasus pasien covid-19 meninggal ada 5.235 orang setelah bertambah dua hari ini, yakni dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Tiga wilayah lain, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo nihil kematian.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id