comscore

Pemprov Jatim Sebar 32 Ribu Petugas Sensus Penduduk

Amaluddin - 01 September 2020 14:37 WIB
Pemprov Jatim Sebar 32 Ribu Petugas Sensus Penduduk
Ilustrasi sensus penduduk. Foto: Antara/Risyal Hidayat
Surabaya: Kegiatan Sensus Penduduk 2020 oleh BPS Jawa Timur resmi dimulai hari ini, Selasa, 1 September 2020. Selama sebulan ke depan, sebanyak 32 ribu petugas sensus akan door to door ke rumah warga untuk melakukan pencatatan kependudukan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sensus penduduk menjadi langkah awal penting untuk terwujudkan single data kependudukan lantaran sensus penduduk online sebelumnya baru 6,8 juta atau 17,13 persen dari total 40,9 juta penduduk Jatim yang melakukan sensus.
"Artinya ada sekitar 34,2 juta penduduk Jatim yang belum dicatatkan. Untuk itu kita semua punya tugas, tanggung jawab dan kewajiban yang sama untuk memaksimalkan sensus penduduk 2020. Ini menjadi  ikhtiar kita untuk mendapatkan data yang valid dan update," kata Khofifah di Surabaya, Selasa, 1 September 2020.

Baca: Baru 19% Penduduk Ikut Sensus Online

Khofifah menjelaskan sensus penduduk 2020 ini nantinya akan menghasilkan data dasar kependudukan yang sangat strategis dan terkini dalam rangka menuju satu data kependudukan Indonesia sebagai salah satu perwujudan dari Perpres Nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Khofifah meminta bupati/wali kota mendukung penuh memaksimalkan dan mengkoordinasikan intensif pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 secara offline selama September ini. Menurutnya sensus ini menjadi bagian dari awal menyiapkan data berupa single data kependudukan.

Khofifah menegaskan data kependudukan menjadi kunci penting dalam membuat perencanaan pembangunan di berbagai bidang, sehingga hasilnya akan lebih signifikan.

"Selama ini dalam menyiapkan single data seringkali masih tidak sama inputnya. Harapannya, basis data dari sensus yang sekarang ini, menjadi pintu masuk untuk merapikan seluruh data kependudukan kita, maka akan sangat banyak manfaatnya," jelasnya.
 
 

Khofifah menambahkan, saat ini pemerintah secara nasional sedang mengonsolidasi single data. Bila inputnya adalah dari Sensus Penduduk 2020 maka proses verifikasi dan validasinya bisa dilakukan lebih simpel. Hasil sensus ini, nantinya bisa digunakan untuk percepatan pemutakhiran data, terutama dalam menyiapkan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ini menjadi bagian penting untuk memaksimalkan presisi dari seluruh intervensi Bansos yang dilakukan oleh pemerintah baik kabupaten/kota, pemprov, termasuk berbagai ragam bansos yang disiapkan oleh pemerintah pusat.

"Data penerima bansos sangat dinamis sekali. Untuk itu verifikasi dan validasi sangat penting karena sering terjadi inclusion dan exclusion error," ujar Khofifah.

Sementara Kepala BPS Provinsi Jatim, Dadang Hardiwan, mengatakan sensus penduduk di Jatim pada September 2020 ini melibatkan sekitar 32 ribu orang yang terdiri dari 30 ribu petugas sensus dan lebih dari 2 ribu orang Koordinator Sensus Kecamatan atau Kosekan.

Pada pelaksanaannya nanti, para petugas dilengkapi identitas diri dan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan sebelumnya para petugas akan dilakukan rapid test terlebih dahulu.

"Nantinya petugas sensus secara bersama-sama akan dibantu ketua satuan lingkungan setempat yaitu RT maupun Dusun untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi keberadaan penduduk yang tinggal di wilayah Jawa Timur termasuk yang sudah melaksanakan sensus penduduk online untuk memastikan pada kondisi bulan September 2020," ujar Dadang.

(DEN)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id