Terpidana Kasus Penipuan Ditangkap, Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19

    Amaluddin - 25 Juni 2020 18:53 WIB
    Terpidana Kasus Penipuan Ditangkap, Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19
    Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Emilwan Ridwan. Foto: Mustholih
    Semarang: Kejaksaan Negeri Semarang, Jawa Tengah, menangkap terpidana kasus pemalsuan surat, Sri Katon, yang dinyatakan buron sejak enam tahun lalu. Dia ditangkap di kediamannya di kawasan Candi Prambanan, Semarang.

    "Tidak ada perlawanan dari yang bersangkutan," kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Emilwan Ridwan, Semarang, Jateng, Kamis, 25 Juni 2020.

    Menurut Emilwan, kejaksaan menangkap terpidana ini berbekal putusan Mahkamah Agung yang menolak Peninjauan Kembali yang diajukan Sri Katon. Putusan MA ini sendiri sejatinya sudah berkekuatan hukum tetap sejak 2014. 

    "Putusan PK MA menyatakan pidana penjara selama sembilan bulan untuk terpidana. Kita hanya melaksanakan eksekusi saja," ujar Emilwan menegaskan.

    Menurut Emilwan, terpidana dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 263 ayat 2 junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Sri Katon dinyatakan bersalah dalam kasus pemalsuan surat pada perusahaan mebel di mana yang bersangkutan bekerja. 

    "Dia selaku kasir. Memalsukan surat terkait pengalihan saham di perusahaan mebel ekspor. Kerugian yang ditimbulkan Rp136 juta," jelas Emilwan.

    Emilwan mengatakan yang bersangkutan ditangkap pada pukul 14.00 WIB. Sebelum dijebloskan ke dalam penjara, petugas medis dari Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan rapid test kepada Sri Katon sebagai penerapan protokol covid-19.

    Hasilnya membuat kaget jajaran Kejari Semarang. Sebab, hasil rapid test Sri Katon reaktif terhadap virus korona covid-19. 

    "Kita bawa ke ruang isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang untuk dilakukan pemeriksaan swab," beber Emilwan.

    Walhasil, alih-alih dieksekusi ke jeruji penjara, Sri Katon justru dimasukkan ke ruang isolasi covid-19. "Kita tunggu hasil dulu. Hasilnya seperti apa nanti kita tentukan sikap. kalau negatif kita segera eksekusi," ungkap Emilwan.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id