Malang Raya Perpanjang Masa Transisi Pertama Jelang New Normal

    Amaluddin - 06 Juni 2020 10:21 WIB
    Malang Raya Perpanjang Masa Transisi Pertama Jelang New Normal
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/Amaluddin
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan memperpanjang transisi setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya. Masa transisi ini diperpanjang hingga tujuh hari kedepan terhitung sejak 7 hingga 13 Juni 2020.

    "Panduan dari WHO salah satu syarat menuju new normal rate of transmission harus kurang dari satu, sedangkan rate of transmission Malang Raya masih 1,23 jadi belum bisa new normal," kata Khofifah, saat menggelar video confrence dengan Kepala Daerah Malang Raya, di Gedung Negara Grahadi, Jumat malam, 5 Juni 2020.

    Khofifah mengatakan, transisi pasca PSBB Malang Raya berakhir hari ini, Sabtu, 6 Juni 2020. Karena rate of transmission (Rt) tidak memenuhi panduan WHO, maka terhitung mulai Minggu transisi kedua Dimulai.

    "Dari laporan bapak ibu bupati dan walikota di Malang, diketahui jika banyak masyarakat yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan selama masa transisi," katanya.

    Baca: New Normal Menggema, Jemaah Calon Haji Mengurut Dada

    Khofifah berharap, kampung tangguh di Malang Raya bisa menjadi sarana pendisiplinan masyarakat dari lini paling bawah. "Kampung tangguh sudah jadi rule model, dan harus dijalankan bukan hanya masa transisi, tetapi juga saat penerapan new normal," kata Khofifah.

    Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengaku siap menjalankan masa transisi tahap dua agar terus menekan angka penularan covid-19 di wilayahnya. "Kami tidak buru-buru Masuk new normal, Kami takut nanti akan menambah jumlah pasien positif, akibat banyaknya masyarakat yang tidak disiplin menjakan protokol kesehatan," katanya.

    Senada juga disampaikan Bupati Malang, Sanusi, yang mengaku siap melanjutkan transisi kedua. Ia juga meminta agar Rumah Sakit Prima Husada bisa dijadikan tempat rujukan. "Kami siap menjalankan transisi kedua, tapi kami juga berharap Rumah Sakit Prima Husada jadi tempat rujukan agar pelayanan kesehatan bisa maksimal," katanya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id