Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

    Media Indonesia.com - 11 April 2021 08:19 WIB
    Pemkab Malang Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa
    Salah satu rumah warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang rusak akibat guncangan gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Malang, Sabtu, 10 April 2021. ANTARA/HO-BPBD Lumajang



    Malang: Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat pascagempa berkekuatan magnitudo 6,1, pada Sabtu, 10 April 2021.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono, mengatakan sebanyak 21 kecamatan terdampak gempa.






    "Kami menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi," kata Sadono di Malang, Minggu, 11 April 2021.

    Baca: Khofifah Terjunkan Tim Antisipasi Gempa Susulan

    Dia menjelaskan sebanyak 21 kecamatan tersebut beberapa di antaranya adalah di Gondanglegi, Sumberpucung, Gedangan, Turen, Dampit dan Poncokusumo. Selain itu juga di Sumbermanjing Wetan, Kalipare, Wagir, Wajak, dan Jabung.

    Gempa yang mengguncang beberapa wilayah di Jawa Timur tersebut juga menyebabkan sejumlah korban meninggal. Di Kabupaten Malang, tercatat ada tiga korban yang dilaporkan meninggal akibat gempa bumi itu. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang, hingga pukul 22.00 WIB, Sabtu, 10 April 2021, selain menyebabkan tiga orang meninggal, tercatat ada delapan orang mengalami luka-luka.

    Selain itu tercatat kerusakan terjadi pada 14 unit sekolah, delapan unit fasilitas kesehatan dan enam unit fasilitas umum. Kemudian 355 unit rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan dan 26 rumah ibadah rusak. Sadono menambahkan, pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan, dan koordinasi lintas sektoral.

    Kemudian BPBD Kabupaten Malang juga telah mendirikan posko tanggap darurat bencana. BPBD bersama TNI, Polri dan OPD terkait serta relawan telah diterjunkan ke lokasi untuk penanganan darurat bencana.

    "Ada sejumlah kebutuhan warga yang mendesak, seperti terpal, makanan dan minuman, termasuk pembersih puing-puing. Saat ini data masih bergerak, dan terus dilakukan pembaharuan (update)," ujar Sadono.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id