Penutup Stupa Candi Borobudur Dipertahanakan Sementara

    Antara - 18 April 2021 19:34 WIB
    Penutup Stupa Candi Borobudur Dipertahanakan Sementara
    Stupa Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 18 April 2021 masih ditutup terpaulin untuk mengantisipasi ancaman abu erupsi Gunung Merapi. FOTO ANTARA/Heru Suyitno



    Magelang: Balai Konservasi Borobudur (BKB) untuk sementara tetap mempertahankan terpal (terpaulin) penutup stupa Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penutupan tersebut untuk menghindari ancaman erupsi Gunung Merapi.

    "Terpal penutup Candi Mendut kami buka memang karena ada permintaan dari masyarakat, namun untuk penutup stupa Candi Borobudur untuk sementara tetap dipertahankan," kata Kepala BKB Wiwit Kasiyati di Magelang, Minggu, 18 April 2021.






    Baca: Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19

    Dia menjelaskan untuk Candi Mendut ditutup utuh semua bagian candi sehingga pengunjung tidak bisa melihat candi, namun jika di Borobudur pengunjung masih bisa melihat candi karena yang ditutup hanya bagian stupa dan lorong.

    "Sementara ini belum kami buka, tetapi nanti akan ada pertimbangan kembali dari kami," jelasnya.

    Menurutnya selama stupa ditutup, selalu dilakukan penelitian apakah merusak batu atau tidak. Sementara menurutnya ada bagian-bagian yang tumbuh jamur, tetapi setelah diberihkan juga hilang. Sampai saat ini stupa masih ditutup.

    Di sisi lain, katanya, jika erupsi Merapi itu besar dan abu sampai ke lokasi, maka akan butuh waktu yang lama untuk menutupnya kembali, meskipun surat dari BPPTKG menyampaikan bahwa laju erupsi itu diperkirakan tidak akan sampai jauh.

    "Sehingga kemungkinan debu sampai ke sini juga kecil, tetapi proses erupsi itu masih berbulan-bulan. Jadi memang nanti kami akan rapatkan kembali, kalau memang tutup stupa ini harus dibuka maka akan kami buka, tetapi kami ada dasarnya," ungkapnya.

    Ia menyatakan BKB mempunyai standar operasional prosedur (SOP) selagi status Gunung Merapi Siaga maka penutup stupa tidak boleh dibuka, tetapi SOP itu dibuat ketika periodik tahun 2010 yang 100 tahun sekali erupsi besar Merapi.

    "SOP yang periodik empat tahunan belum kami buat, nanti barangkali di SOP itu akan dirinci untuk yang periodik 100 tahun seperti apa, yang periodik 4 tahunan seperti apa sehingga kami tidak berlama-lama menutup stupa Candi Borobudur," ujar Wiwit.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id