Gugus Tugas Sleman Temukan Pelanggaran Protokol di Perbelanjaan SCH

    Antara - 11 Oktober 2020 11:40 WIB
    Gugus Tugas Sleman Temukan Pelanggaran Protokol di Perbelanjaan SCH
    Satpol PP Kabupaten Sleman melakukan penertiban di tempat hiburan malam yang melanggar protokol kesehatan. ANTARA/HO-Humas Pemkab Sleman
    Sleman: Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan di pusat perbelanjaan Sleman City Hall (SCH) di Jalan Magelang Km9. Pelanggaran protokol kesehatan ditemukan saat petugas meninjau lokasi tersebut pada Sabtu malam, 10 Oktober 2020.

    "Dalam kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan covid-19 tersebut, ditemukan adanya pelanggaran baik yang dilakukan perseorangan (pengunjung) maupun pelaku usaha (pengelola)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi, di Sleman, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Baca: Pemkot Palu Diminta Buka Pasar untuk Industri Rumahan dan UMKM

    Dia menjelaskan dengan adanya temuan tersebut, tim penegakan disiplin protokol yang terdiri dari Satpol PP Sleman, Kodim 0732 Sleman dan Polres Sleman memberikan teguran dan pembinaan kepada pengunjung maupun pengelola.

    "Teguran dan pembinaan kepada PT Vads Indonesia selaku pengelola disampaikan beberapa hal terkait protokol pencegahan covid-19 dan agar secara tegas menegakkan peraturan kepada karyawan dan pengunjung," jelasnya.

    Ia mengatakan protokol yang belum dilaksanakan pengelola di antaranya pengukuran suhu seharusnya dilakukan sejak masuk di pintu gerbang sebelum parkir. "Belum ada ruang isolasi khusus untuk istirahat sementara apabila menemukan dengan suhu di atas 37,3 derajat selcius," ungkapnya.

    Shavitri mengatakan potensi penularan di ruang Tele Market sangat tinggi karena menggunakan AC central, sehingga sangat perlu diberlakukan penegakan protokol kesehatan secara ketat.

    "Sedangkan bentuk pelanggaran yang dilakukan perorangan adalah melanggar pasal 5 ayat 2 huruf a. menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu saat berada di luar rumah. Ditemukan beberapa pengunjung SCH yang tidak memakai masker, sehingga dilakukan pembinaan," bebernya.

    Ia mengatakan, kepada para pelanggar dikenakan beberapa sanksi yang dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan. "Atas pelanggaran tersebut diberikan sanksi berupa sanksi teguran lisan empat orang, sanksi pembinaan bela negara tiga orang," ujarnya.

     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id