Populer Daerah, Ganjil Genap Kota Bogor Hingga Habitat Buaya Diduga Diracuni

    Lukman Diah Sari - 17 Februari 2021 07:36 WIB
    Populer Daerah, Ganjil Genap Kota Bogor Hingga Habitat Buaya Diduga Diracuni
    Kebijakan ganjil genap kota Bogor berlaku untuk mobil dan motor. dok medcom.id
    Jakarta: Sejumlah berita di daerah pada Selasa, 16 Februari 2021, menarik perhatian publik. Pertama perihal ganjil genap di Kota Bogor diperpanjang.
     
    Kedua, perihal banjir di Tangerang yang merendam rumah sakit. Ketiga, ialah warga diduga meracuni habitat buaya.

    Berikut berita populer di daerah pada Selasa, 16 Februari 2021:

    1. Ganjil Genap Kota Bogor Pekan Depan Lebih Singkat

    Kebijakan ganjil genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan di Kota Bogor diperpanjang. Tapi waktu pelaksanaannya diubah menjadi lebih singkat, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB untuk menyesuaikan sektor ekonomi.
     
    "Kami memikirkan masyarakat secara menyeluruh. Kami berusaha keras menurunkan kasus positif covid-19, tapi di sisi lain sektor ekonomi juga harus diperhatikan," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 16 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    2. Drainase Buruk, Permukiman hingga RS di Tangerang Tergenang

    Permukiman di Kavling DPR Blok A Kelurahan Kenangan, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, terendam banjir. Ketinggian air hingga 70 sentimeter itu merendam permukiman padat penduduk sejak pukul 08.00 WIB, Selasa, 16 Februari 2021.
     
    "Airnya sampai masuk rumah. Ketinggian air di sini sampai 70 sentimeter," ujar warga setempat, Yasrizal, Selasa.
     
    Adin, warga lainnya, menduga banjir terjadi akibat aktivitas pembangunan pergudangan yang memiliki tempat pembuangan air atau drainase buruk.

    Selengkapnya baca di sini.

    3. Warga Agam Diduga Racuni Habitat Buaya

    Serangan buaya kepada warga di Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, beberapa waktu lalu, diduga karena ada oknum warga yang meracuni sungai sehingga habitat buaya semakin sempit.
     
    Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resor Agam, Ade Putra, pun meminta masyarakat lebih hati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu habitat buaya.
     
    "Kami telah melakukan identifikasi lapangan dan pengumpulan keterangan, diketahui bahwa ada oknum warga yang mengusik habitat buaya. Kami minta warga agar membatasi aktivitas yang membuat habitat buaya semakin sempit," kata Ade, Selasa, 16 Februari 2021.

    Selengkapnya baca di sini.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id