Penanaman Mangrove Nasional Dimulai di Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 03 Maret 2021 18:57 WIB
    Penanaman Mangrove Nasional Dimulai di Tangerang
    Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menanam mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Rabu, 3 Maret 2021. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir



    Tangerang: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan penanaman mangrove di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

    Selain Luhut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, turut terlibat dimulainya rehabilitasi mangrove nasional 2021.






    "Areal saat ini yang dilakukan penanaman mangrove di wilayah Tanjung Pasir seluas sekitar 168 hektare. Wilayah ini dikelola bersama kelompok binaan Perhutani, LMDH Tanjung Tapas Jaya," kata Luhut di lokasi, Rabu, 3 Maret 2021.

    Baca: Isolasi Mandiri Panti ABK di Malang Dipastikan Sesuai SOP

    Luhut mengatakan luas hutan mangrove Indonesia mencapai 3,31 juta hektare dan merupakan 20 persen dari luas mangrove dunia. Namun teridentifikasi 600 ribu hektare di antaranya kritis dan menjadi target rehabilitasi mangrove pertahun adalah seluas 150 ribu hektare.

    "Program ini merupakan yang terbesar di dunia. Penanaman mangrove ini menandakan kita semua harus bergerak cepat untuk mengejar target rehabilitasi mangrove pada 2021 ini, dengan luas 150 ribu hektare," jelasnya.

    Luhut menuturkan mangrove memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama melindungi dari dampak perubahan iklim. Mangrove dapat menahan ombak besar karena angin kencang dan tsunami.

    "Hutan di Indonesia termasuk mangrove mampu menyimpan karbon sekitar 75% dari rata-rata simpanan karbon dunia, dan itu bisa kita perjualbelikan untuk meningkatkan pendapatan negara, asalkan mangrove ini dijaga dengan baik," ungkapnya.

    Menurut Luhut Presiden Joko Widodo sangat memerhatikan masalah lingkungan dan telah menetapkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove melalui Perpres Nomor 120/2020 untuk melaksanakan rehabilitasi mangrove di sembilan provinsi.

    "Presiden meminta saya mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait antara lain KLHK, KKP, dan Kemendes PDTT serta mendorong pihak non pemerintah untuk dapat menyelesaikan rehabilitasi lahan kritis mangrove di seluruh provinsi selama 4 tahun kedepan, dengan mengacu kepada one map mangrove nasional," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id