408 Wisatawan Jawa Barat Menunggu Hasil Tes Usap

    P Aditya Prakasa - 02 November 2020 16:29 WIB
    408 Wisatawan Jawa Barat Menunggu Hasil Tes Usap
    Ilustrasi. (Foto: ANTARA/M Arif Pribadi)
    Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pengetesan covid-19 di sejumlah destinasi wisata saat libur panjang dan cuti bersama Maulid Nabi 1442 H. Sebanyak 14 ribu wisatawan dilakukan tes cepat (rapid test) covid-19 dan 408 di antaranya reaktif.

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, terdapat 15 kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata prioritas untuk rapid tes. Menurut Emil, sapaan akrabnya, diperkirakan hasil tes itu tak 100 persen positif.

    "Tes swab karena (uji lab) antre, belum ada hasilnya. Asumsi terburuk, sebanyak itu yang positif covid-19, tapi dari pengalaman tidak 100 persen yang positif," ucap dia, di Markas Polda Jawa Barat, Senin, 2 November 2020.

    Dari hasil evaluasi, kata Emil, Kota Bekasi masuk sebagai zona merah penyebaran virus setelah Depok. Namun dari sisi penanganan, Bekasi menjadi ranking pertama berdasarkan kapasitas testing, tracing, treatment, kapasitas rumah sakit, pencegahan, hingga tata kelola.

    Baca juga: Ganjar: 4 Wisatawan di Jateng Positif Covid-19

    "Skor tertinggi ada di Kota Bekasi, kedua adalah Kota Bogor, ketiga Kota Cimahi, keempat Kota Bandung, dan kelima Kota Cirebon. Saya berharap daerah lain terus memperbaiki kinerja penanganan covid-19,” ujarnya.

    Mengenai jatah vaksin yang diimpor Pemerintah Pusat untuk Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan realisasinya belum jelas. Pihaknya menunggu informasi lanjutan mengenai hal tersebut.

    "Yang impor juga maju mundur, tadinya November ternyata belum jelas juga. Kami sedang menghitung kapasitas jatahnya. Karena kalau jumlah cold room, rata-rata satu puskesmas itu satu," ungkap dia.

    Hingga kini, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Emil menilai, satu cold room vaksin covid-19 untuk satu Puskesmas masih kurang ideal.

    "Tapi sudah saya sampaikan ke Pak Luhut (Panjaitan/Menko Kemaritiman dan Investasi), secara kira-kira (cold room) itu kurang. Pemerintah pusat sekarang sedang menghitung perbantuan pembelian kulkas (cold room) untuk vaksin. Kan belum tahu jumlah jutanya, belum diputuskan," jelas Emil.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id