200 Pemuda Sultra Jadi Kader Antinarkoba

    05 April 2019 11:48 WIB
    200 Pemuda Sultra Jadi Kader Antinarkoba
    Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas dan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid dalam acara pengukuhan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Kendari, Kamis (4/4).
    Kendari: 200 Pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra) dikukuhkan menjadi Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Kendari, Kamis, 4 April 2019. Selama empat hari mereka menjalani pendidikan dan pembekalan ihwal penanggulangan dan bahaya narkoba.

    Kegiatan yang digelar Kemenpora itu diikuti pemuda dari Kendari, Bombana, Konut, Konawe dan Kolaka. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra, Brigjen Pol Imran Kori mengatakan, lembaganya siap memberdayakan kader pemuda antinarkoba. 

    Ia mengimbau masing masing BNNK menunjuk lima desa untuk menjadi desa bersinar (bersih narkoba). Juga berharap kader antinarkoba bisa menjadi generasi yang memerangi narkoba.

    "Jangan hanya sekadar ikut pelatihan, lalu hilang begitu saja. Mari kita bersama-sama melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GP)," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan.

    Sementara, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Kepemudaan pada Deputi Pemberdayaan Kepemudaan Kemenpora Arifin Majid peserta bisa mengajak temannya hingga lima orang. Sehingga bisa menjadi seribu kader antinarkoba.

    Kemenpora juga bisa menunjang kegiatan kader pemuda antinarkoba dalam bentuk modal usaha. Kemenpora memastikan setelah adanya pelatihan, para kader akan diserahkan ke Pemprov untuk diberdayakan. Bisa berlanjut untuk melawan narkoba

    "Kami berharap dari pemprov, menindaklanjuti kegiatan yang telah kita lakukan. Kita ingin kerja sama yang baik dengan provinsi. Di provinsi Jatim misalnya, kita sudah lakukan, semoga Sultra juga bisa ikut seperti itu," kata dia.

    Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan kegiatan ini memberikan penguatan terhadap kader muda bangsa. Ia mengapresiasi Kemenpora karena menggelar kegiatan seperti ini di Sultra.

    Pengguna narkoba di Sultra hampir 40 persen dari kalangan pelajar. Karena itu, ia mengajak untuk menyukseskan program Kemenpora. Apalagi setiap harinya di Indonesia 5 hingga 6 orang meninggal karena narkoba. 

    “Jadilah pemuda yang terbaik buat agama, keluarga dan masyarakat. Patuhi petunjuk pemerintah,” ajaknya.

    Sebagai Ketua KONI Sultra, ia juga siap membantu kader narkoba untuk melakukan kegiatan positif di daerahnya.

    "Kita harus menjadi kader kader yang memberantas narkoba. Jadi pelopor pemuda melawan narkoba," harap Wakil Gubernur.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id