Pekerja Migran Melahirkan Saat Karantina di Asrama Haji Surabaya

    Amaluddin - 22 Juli 2021 19:35 WIB
    Pekerja Migran Melahirkan Saat Karantina di Asrama Haji Surabaya
    Seorang PMI asal Pamekasan melahirkan ketika jalani karantina di Asrama Haji Surabaya. Dokumentasi/ Istimewa



    Surabaya: Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya melahirkan. PMI tersebut diketahui bernama Hasanah, warga asal Pamekasan, Madura, yang melahirkan seorang bayi perempuan secara normal.

    "Kami dari Tim Trenggana Satpol PP Jatim sedang bertugas di rumah isolasi OTG di Gedung E2 Asrama Haji kami mendapatkan panggilan telepon dari KKP, bahwa ada seorang PMI yang akan melahirkan," kata Ketua Tim Trenggana Satpol PP Jatim, M. Solihin, saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Baca: Kejati Jateng Temukan Kejanggalan Kelangkaan Obat Covid-19

    Mendengar kabar itu, Solihin dan anggotanya langsung melepas baju hazmat dan menyeterilkan diri, dengan menyemport disinfektan ke seluruh tubuh mereka. Mereka segera menuju gedung B1 kamar 214 yang menjadi kamar karantina bagi Hasanah yang hendak melahirkan.

    Kata dia proses melahirkan pun dibantu seorang dokter umum yang bertugas di poli Asrama Haji. Di saat kondisi darurat itu, tempat tidur Hasanah mulai dibanjiri darah sehingga ia bergegas menyiapkan air hangat untuk membantu proses persalinan.

    "Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayi perempuan lahir sekira pukul 08.20 WIB," jelasnya.

    Menurut Solihin bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar ketika hendak keluar rahim. Namun hal itu bisa diatasi oleh dokter yang ikut membantunya.

    "Ada tiga lilitan di leher bayi, namun alhamdulillah bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan. Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis," ungkapnya.

    Selanjutnya dia bersama dokter membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah.

    "Untuk membantu perawatan intensif maka bayi itu perlu dirujuk ke RS Haji. Kami rujuk ke sebelah (RS Haji) karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator," ujarnya.

     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id