comscore

Adu Bacot Jadi Pemantik FBR Vs Pemuda Pancasila di Tangerang

Hendrik Simorangkir - 20 November 2021 00:06 WIB
Adu Bacot Jadi Pemantik FBR Vs Pemuda Pancasila di Tangerang
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima bersama Dandim 0506/Tangerang, Kolonel Inf Bambang Herry Tugiyono saat di lokasi bentrokan di Ciledug Tangerang.
Tangerang: Bentrokan dua organisasi massa (ormas) dari Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) pecah di Pasar Lembang Jalan Raden Fatah, Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Bentrokan tersebut terjadi karena adu mulut.

"Kejadian malam ini pecah karena ada ormas dari PP yang hendak merayakan ulang tahun salah satu ketuanya dengan melakukan konvoi. Saat konvoi ketemu dengan FBR, mereka berdebat mulut kemudian terjadilah bentrok," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima, Jumat, 19 November 2021.
Deonijiu menuturkan, bentrokan dua ormas itu kerap terjadi dan merupakan persoalan lama. Dia menerangkan, sebelum kejadian itu pecah di Ciledug, bentrokan juga terjadi di wilayah Jakarta Barat yang menyebabkan salah satu dari anggota ormas meninggal.

"Peristiwa ini sebenarnya mereka sudah lama, bisa dibilang sudah sering bertemu, sering bentrok. Setelah bentrokan di Jakarta Barat, mereka bentrok juga pada pekan kemarin di sini (Ciledug), ada kerusakan pos salah satu ormas, entah dari mana yang merusak tidak ada yang tahu," jelasnya.

Baca: Dua Ormas Bentrok di Ciledug Tangerang

Deonijiu menuturkan, pihaknya sudah berulang kali melakukan mediasi terhadap kedua ormas tersebut. Namun, lanjutnya, bentrokan tetap saja terjadi dan sudah tidak mengindahkan mediasi tersebut.

"Dari pihak keamanan baik itu TNI- Polri, sudah melakukan mediasi di antara pemimpin mereka. Ini sudah kita panggil untuk dilakukan aksi damai bersama, agar tidak yang melakukan kegiatan bentrok antara mereka. Namun, sampai saat setiap paling lama sepekan atau dua minggu sekali mereka selalu ribut," jelasnya.

Deonijiu menegaskan akan menindak tegas terhadap ormas yang bakal membuat rusuh di wilayahnya.

"Ke depannya kita tindak tegas bagi siapa yang membahayakan atau menakut-nakuti orang lain dengan kegiatan aksi mereka, kita tindak tegas secara hukum," katanya.

Menurut Deonijiu, saat ini pengamanan situasi di lokasi bentrokan sudah dinetralisasi. Sehingga jika terdapat aksi balas dendam, pihaknya segera mengantisipasi.

"Kemudian kita lakukan patroli ke lokasi-lokasi di mana pos pos mereka untuk memberi imbauan, agar mereka tidak keluar dan mereka menarik diri pulang ke rumah masing-masing, sehingga tidak terjadi balas-membalas," ungkapnya.


(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id