Airin Setuju Sistem Pilkada Langsung Dievaluasi

    Farhan Dwitama - 09 November 2019 17:18 WIB
    Airin Setuju Sistem Pilkada Langsung Dievaluasi
    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diany. (Foto: MI/Susanto)
    Tangerang: Wali Kota Tangerang Selatan, Banten, Airin Rachmi Diany, menilai penyelenggaraan pilkada langsung memang perlu dievaluasi. Ia mengaku setuju dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahwa pilkada langsung menyerap biaya sangat tinggi.

    "Harapan saya agar bisa evaluasi secara menyeluruh. Apalagi pilkada (langsung) sudah berjalan hampir 20 tahun supaya tidak menjadi kebijakan yang seketika," kata Airin, Sabtu, 9 November 2019.

    Airin menerangkan evaluasi pelaksanaan pilkada langsung penting karena pemilu yang sudah dilaksanakan selama ini bagian dari kebijakan pemerintah menekan anggaran.

    "Kan dulu pernah disepakati bisa mengurangi pembiayaan dengan pilkada serentak. Tapi ternyata sama saja, dan malah jauh lebih besar. Belajar dari itu semua, saya yakin Pak Mendagri sudah memikirkan rumusan terbaik seperti apa tinggal dilihat manfaat untuk masyarakat," tandas dia.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya meminta sistem pemilu dikaji ulang. Tito menilai sistem pemilu saat ini berpotensi menimbulkan korupsi.
     
    "Lakukan riset akademik tentang dampak negatif dan positif pemilihan langsung," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 November 2019.
     
    Tito menyebut salah satu sisi negatif sistem pemilu saat ini ialah tingginya biaya politik. Hal itu dinilai berdampak pada niat kepala daerah setelah terpilih.
     
    "Tidak punya Rp30 miliar mau jadi bupati? Mana berani dia?" ujar Tito.

    Dia pun tidak terkejut kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Pasalnya, korupsi menjadi jalan pintas untuk menutup tingginya biaya pemilu.
     
    Tito mencontohkan kepala daerah mengeluarkan biaya Rp30 miliar buat pilkada. Sementara itu, total pendapatan per bulan Rp200 juta.
     
    "Lima tahun menjabat hasilnya Rp12 miliar, mau rugi tidak? Apa benar ingin mengabdi pada nusa dan bangsa terus rugi? Omong kosong kalau pendapat saya," ujar dia.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id