Bukti Primer Ratu Kalinyamat Tokoh Historis Ditemukan

    Rhobi Shani - 21 Agustus 2019 13:35 WIB
    Bukti Primer Ratu Kalinyamat Tokoh Historis Ditemukan
    Paparan draf naskah akademik pengusulan gelara pahlawan nasional untuk Ratu Kalinymat di kampus Unisnu Jepara, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
    Jepara: Tim kajian akademik Ratu Kalinyamat berhasil mendapatkan bukti Ratu Kalinyamat ialah tokoh historis. Tim yang diketuai Ratno Lukito berhasil mendapatkan bukti kepustakaan primer dan sekunder serta bukti artefak.

    Bukti kepustakaan sumber primer itu buku yang ditulis Diogo de Couto yang berjudul Da Asia dan buku karya Tomi Pires berjudul  Suma Oriental. Tim juga memperoleh bukti kepustakaan sekunder.

    “Sumber-sumber sekunder dari barat, misalnya H.J. de Graaf dan TH. G. TH Pigeaud, De eerste Moslimse Vorstendommen op Java: Studien over de Staatkundige Geschiedenis van de 15d en 16de eeuw. M.A.P. Meilink-Roelofsz, Asian Trade and European Influence in the Indonesian Archipelago Between 1500 and About 1630,” ujar Ratno, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Bukti kepustakaan sumber sekunder lainnya yaitu sumber tradisional nusantara. Itu seperti babad Demak, babad Tanah Jawi, dan sejarah Banten.

    Selain bukti kepustakaan, tim kajian juga mendapatkan bukti artefak berupa Masjid Mantingan, Makam Ratu Kalinyamat, Gapura, Benteng, Jung Jepara, Bandar Pelabuhan, dan Kraton.

    “Ratu Kalinyamat juga memiliki peranan di nusantara. Misalnya peranan politik, peranan ekonomi, peranan seni budaya, dan peranan dalam hubungan internasional,” kata Ratno.

    Anggota tim kajian akademik Chusnul Hayati menambahkan, ketertarikannya meneliti Ratu Kalinyamat muncul sejak 1995. Ratu Kalinyamat menurutnya tokoh perempuan luar biasa. Sepak terjang Ratu Kalinyamat menurutnya melebihi perjuangan pahlawan perempuan lainnya dari Jepara, yaitu Raden Ajeng Kartini.

    “Ratu Kalinyamat bener-benar tokoh historis. Jangan hanya dijadikan tokoh legenda. Jangan hanya menjadi fenomena sastra dan folklore,” ungkap Chusnul.

    Kajian akademik ini memiliki arti penting. Di antaranya mengembangkan memori kolektif masyarakat tentang figur Ratu Kalinyamat, meluruskan pemahaman yang salah tentang Ratu Kalinyamat, mengembangkan kesadaran sejarah tentang figur Ratu Kalinyamat, dan mewarisi nilai-nilai positif Ratu Kalinyamat.

    “Juga mengembangkan kearifan lokal,” tandas Chusnul.

     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id