Satgas Tinombala Perketat Pengamanan Wilayah Operasi

    M Taufan SP Bustan - 15 Desember 2019 14:49 WIB
    Satgas Tinombala Perketat Pengamanan Wilayah Operasi
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Parigi Moutong: Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih memburu kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pascapenyerangan yang menewaskan satu anggota Polri di Pos Sekat Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

    Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, proses olah tempat kejadian perkara pascapenyerangan telah dilakukan. Sejumlah barang bukti diamankan, seperti beberapa butir selongsong amunisi milik kelompok MIT.

    "Polri juga memperketat keamanan di wilayah operasi. Tidak hanya wilayah Parigi Moutong. Wilayah operasi di Poso juga kami perketat keamanannya," terang Lukman, Minggu, 15 Desember 2019.

    Menurutnya, satgas yang melakukan penyisiran di wilayah hutan dan pegunungan Desa Salubanga dibagi ke tiga titik. Hal ini dilakukan karena keberadaan kelompok MIT diduga belum begitu jauh dari lokasi penyerangan.

    "Kita berharap bisa segera menangkap hidup atau pun mati kelompok itu," tegas Lukman.

    Penyerangan yang menewaskan anggota Brimob Polda Sulteng Bharatu Saiful pada Jumat, 13 Desember 2019, membuat Polri berduka. Almarhum baru selesai menunaikan salat Jumat bersama warga sekitar saat diberondong tembakan oleh lima orang anggota kelompok MIT.

    "Hasil pemeriksaan di kamar jenazah RS Bhayangkara Bharatu Saiful terkena dua luka tembak. Luka pertama di punggung sebelah kiri dan luka kedua di perut sebelah kanan," ungkap Lukman.

    Setelah sempat disemayamkan di kamar jenazah RS Bhayangkara, jenazah Saiful diterbangkan ke kampung halamannya di Padenglang, Banten.

    "Upacara pelepasan sudah dilakukan kemarin (Sabtu). Sampai di Pandeglang almarhum langsung dikebumikan," tandas Lukman.

    Sebelumnya, Polda Sulteng merilis 10 anggota MIT yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Para buron itu atas nama Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Galu alias Nae alias Mukhlas, dan Abu Alim alias Ambo.

    Selain itu, Moh Faisal alias Namnung, Rajif Gandi Sabban alias Rajes, Alvin alias Adam alias Mus'Ab, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, Hairul alias Irul, serta Ali Kalora alias Ahmad Ali.

    Qatar, Askar, Galu, dan Abu Alim diketahui berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka adalah mantan Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Mereka bergabung bersama MIT yang saat itu masih dipimpin Santoso alias Abu Wardah saat MIT belum lama mendeklarasikan diri pada 2012 silam.

    Sedangkan Rajif merupakan pengikut MIT yang berasal dari Ambon. Rajif sendiri bergabung bersama MIT pada 2014 silam. Ia diketahui bergabung setelah mendapat ajakan MIT melalui video yang pernah diupload di YouTube 2015 silam.

    Sama seperti Rajif, Alvin dan Jaka Ramadhan yang diketahui berasal dari Banten juga bergabung bersama MIT setelah menonton video ajakan MIT di YouTube.

    Sementara Ali Kalora dan Hairul berasal dari Poso. Ali sendiri merupakan salah satu deklarator saat pembentukan MIT di awal bersama Santoso dan Basri alias Bagong pada 2012 silam.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id