Kota Tangerang Ranking Pertama Kasus Narkoba di Banten

    Hendrik Simorangkir - 26 November 2019 19:51 WIB
    Kota Tangerang <i>Ranking</i> Pertama Kasus Narkoba di Banten
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Tangerang: Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang mencatat wilayah Kota Tangerang masuk zona merah dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Banten. Bahkan Kota Tangerang menempati peringkat pertama di Banten terkait peredaran barang haram tersebut.

    "Ya, masih zona merah atau masih ranking pertama," kata Pelaksana tugas (Plt) Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Tangerang, Dhian Prawitasari, di Kota Tangerang, Selasa, 26 November 2019.

    Dhian menjelaskan daftar kecamatan yang menjadi perhatian BNN soal peredaran dan penyalahgunaan barang haram ini berada di Benda, Tangerang, Karawaci, Jatiuwung, Ciledug, dan Cipondoh.

    Dhian menambahkan hampir seluruh ragam jenis narkoba seperti sabu, ganja, hingga obat-obatan terlarang beredar di wilayah-wilayah tersebut.

    "Kami sudah petakan. Cukup banyak narkoba yang beredar dan digunakan di sana," jelas Dhian.

    Menurut Dhian Kota Tangerang menjadi zona merah karena kota seribu industri dan sejuta jasa ini dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta. Terlebih Kota Tangerang juga merupakan kota penyangga ibu kota.

    "Sehingga pengawasan harus diperketat. Tetapi kami terkendala minimnya personel," ungkap Dhian.

    Dhian kembali mengatakan beberapa upaya dilakukan BNN Kota Tangerang untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa ini. BNN, kata Dhian, telah membentuk kelompok tugas anti narkoba di tiga kelurahan dari 104 kelurahan se-Kota Tangerang.

    Sementara Pemerintah Kota Tangerang melalui Kesbangpol turut berkontribusi dengan membentuk 24 Kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar) di lingkungan RW. Menurut Dhian, strategi yang paling penting dalam dalam memutus rantai narkoba adalah partisipasi masyarakat.

    "Kalau tugas kami penyelidikan dan penyidikan tetap dijalankan. Juga berbaur dengan masyarakat untuk ikut serta berperan dengan memberikan penyuluhan dan membentuk tim," pungkas Dhian.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id