Pabrik Baja di Tangerang Digerebek - Medcom

    Pabrik Baja di Tangerang Digerebek

    Hendrik Simorangkir - 24 Mei 2018 13:26 WIB
    Pabrik Baja di Tangerang Digerebek
    menggerebek Penggerebekan pabrik tulang baja di PT SMS Steel di kawasan Benua Permai Lestari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (Medcom.id/Hendrik S)
    Tangerang: Kementerian Perdagangan menggerebek pabrik tulang baja di PT SMS Steel di kawasan Benua Permai Lestari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Dua juta batang baja tulangan berbagai merek tak bertanda SNI dan tak teregistrasi produk diamankan. 

    Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan (PKTN) Veri Anggrijono mengatakan penggerebekan adalah hasil pengembangan dari pengawasan yang telah dilakukan satu bulan lalu. 

    "Sehingga, patut diduga baja-baja ini tidak memenuhi persyaratan SNI, dan hasil uji temuan di lapangan tidak memenuhi persyaratan SNI. Imbasnya, dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen," ujar Veri saat meninjau lokasi PT SMS Steel, Kamis 24 Mei 2018. 

    Veri menjelaskan, baja tulangan beton banyak digunakan dalam proses pembangunan infrastruktur. Apabila tidak memenuhi SNI, maka dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja ataupun masalah bangunan setelah infrastruktur berdiri. Temuan tersebut akan diproses sesuai ketentuan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kemendag. 

    "Kami akan bertindak tegas dan tidak berkompromi dengan pelaku usaha yang tidak taat atau menyalahgunakan aturan yang ada. Kemendag terus meningkatkan pengawasan di lapangan sebagai salah satu bentuk usaha perlindungan konsumen, juga dalam rangka meningkatkan ketertiban pelaku usaha dalam kegiatan niaga," jelas Veri. 

    Veri menambahkan, Kemendag akan terus mengawasi perdagangan barang yang telah diberlakukan SNI secara wajib. Pihaknya juga terus menegakkan peraturan perundangan lainnya untuk melindungi masyarakat dan industri dalam negeri yang telah mengikuti peraturan dan ikut serta dalam mewujudkan kepastian hukum dan usaha. 

    "Pelaku usaha ini melanggar dua pasal, yakni Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 57 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. 

    Veri menerangkan, sebelumnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Ditjen PKTN juga telah mengamankan 351.000 batang baja tulangan beton berbagai merek dan ukuran di gudang CV SMM. Hasil pengujian menyimpulkan produk tersebut tidak memenuhi persyaratan SN! 07-2052-2002, tidak memiliki SPPT-SNI, serta tidak memiliki NRP. Nilai ekonomis dari produk yang telah diamankan tersebut mencapai kurang lebih Rp70 miliar. 



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id