Risma Persilakan Pemprov Jatim Gunakan Ruang Isolasi di RS Rujukan Surabaya

    Syaikhul Hadi - 22 Juni 2020 14:15 WIB
    Risma Persilakan Pemprov Jatim Gunakan Ruang Isolasi di RS Rujukan Surabaya
    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menghadiri rapat evaluasi di Mapoldq Jatim (Humas Pemkot)
    Surabaya: Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mempersilakan Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur memanfaatkan ruang isolasi khusus pasien covid-19 di RS Husada Utama Surabaya. Hal itu menjawab keluhan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim terkait kapasitas ruang isolasi di RS dr. Soetomo Surabaya yang penuh. 

    Saat itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono menanyakan kepada Wali Kota Risma, apakah ruang isolasi di RS Husada Utama bisa dimanfaatkan untuk pasien RSU dr Soetomo.

    "Di RS Husada Utama ada 200 (bed) itu belum pernah dipakai. Kami sudah belikan bed. Silakan dengan senang hati jika mau ditempati," ungkap Risma di sela mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Masa Transisi menuju New Normal Wilayah Surabaya Raya, di Mapolda Jatim, Minggu, 21 Juni 2020.

    Pemkot Surabaya sebelumnya telah menambah kapasitas bed ruang isolasi khusus pasien Covid-19 di dua rumah sakit rujukan Surabaya. Kedua rumah sakit itu adalah RS Husada Utama dan RS Siloam Hospital. 

    "Di RS Husada Utama itu kita berikan 8 ventilator dan 6 ruang ICU itu (saat ini) kosong," terang Risma. 

    Baca: Kasus Kematian Tertinggi Covid-19 Ada di Jawa Timur

    Karenanya, Wali Kota Risma mempersilakan kepada Gugus Tugas Jatim menggunakan ruang isolasi di RS Husada Utama, jika kapasitas di RS dr Soetomo saat ini sudah penuh. 

    "Silakan ditempati, karena belum pernah kita tempati itu, kami justru senang. Ada 200 (bed) itu belum pernah kami tempati," tambahnya. 

    Sementara Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita menyampaikan, Pemkot Surabaya telah berkerja sama dengan dua rumah sakit di Surabaya terkait penambahan kapasitas bed di ruang isolasi khusus pasien Covid-19. Dua rumah sakit itu yakni, RS Husada Utama dan RS Siloam Hospital.

    Selama ini sambung Febria, pasien Covid-19 dan non Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan itu dilakukan pemisahan kamar. Hal ini juga berlaku bagi pasien Covid-19 dan non Covid-19 yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). 

    "Intinya kita lakukan sudah lama pemisahan itu, termasuk IGD Covid-19 dan non Covid-19," ujar RIsma.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id