Perkuat Layanan Psikososial di Tengah Pandemi, BP3S Kemensos Gandeng Nurani Institute

    Gervin Nathaniel Purba - 11 September 2020 11:10 WIB
    Perkuat Layanan Psikososial di Tengah Pandemi, BP3S Kemensos Gandeng Nurani Institute
    Suasana MoU BP3S Kemensos dengan Nurani Institut. (Foto: Humas BP3S Kemensos)
    Bogor: Badan Pendidikan Penelitian dan Penyuluhan Sosial (BP3S) Kementerian Sosial RI (Kemensos) terus memperkuat Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Penguatan layanan psikososial sangat penting, terutama pada masa pandemi covid-19.

    Kepala BP3S Syahabuddin mengatakan pandemi covid-19 berdampak pada hampir semua kelompok masyarakat. Tidak hanya masyarakat level bawah, mereka yang bekerja di sektor swasta juga banyak yang kehilangan penghasilan. Di sinilah kehadiran LDP sangat dibutuhkan.

    Oleh karena itu, BP3S melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Nurani Institute untuk menyinergikan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka aspek penyelenggaraan pelayanan psikologi. MoU dilakukan pada Kamis, 10 September 2020.

    Sebagai informasi, Nurani Institut merupakan organisasi yang didirikan di atas prinsip-prinsip yang menangani tiga mode utama yang digunakan manusia untuk berfungsi intelektual, sosial, dan spiritual.

    Nurani Institut juga mendukung serta berperan dalam mengembalikan dan menyemangati korban-korban bencana alam maupun sosial terkait trauma healing, pemulihan psikis pada anak, keluarga dan masyarakat yang terdampak.

    Dengan adanya MoU ini diharapkan sinergi dari SDM untuk memperkuat layanan dukungan psikososial yang sudah berjalan selama ini.

    Melalui Mou ini pula akan dibuat pedoman dan petunjuk teknis untuk jabatan fungsional pekerja sosial dan penyuluh sosial dalam aspek penyelenggaraan pelayanan psikologi.

    Perkuat Layanan Psikososial di Tengah Pandemi, BP3S Kemensos Gandeng Nurani Institute
    (Foto: Humas BP3S Kemensos)

    “Setelah penandatangan MoU ini saya harap pihak Nurani Institute dapat selalu mengaktifkan ponselnya agar dapat dihubungi 24 jam karena bencana datang tidak pandang waktu,” ujar Syahabuddin, dikutip keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.

    Syahabuddin menyampaikan jika dalam pelaksanaannya, BP3S tidak bisa bekerja sendiri. Dia mengajak semua elemen bersinergi dan berkolaborasi dengan BP3S, termasuk pekerja sosial, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan para ahli.

    “Perubahan sangat cepat dan drastis ini berpengaruh terhadap kondisi psikologis. Hal ini harus direspons dengan cepat, tentunya dengan bersinergi,” ujar Syahabuddin.

    Hadir juga dalam kegiatan penandatanganan MoU ini Kepala Biro Hukum Kemensos, Sekretaris BP3S, serta Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id