Pria Berseragam Loreng Ancam Warga Denpasar

    Medcom - 17 Mei 2020 11:00 WIB
    Pria Berseragam Loreng Ancam Warga Denpasar
    ilustrasi. Medcom.id
    Denpasar: Seorang warga Sesetan, Denpasar Selatan, Hendra, mengaku diancam sejumlah orang berseragam loreng. Mereka meminta Hendra mengosongkan rumah yang disewanya.

    Hendra mengatakan, insiden itu terjadi pada Sabtu 16 Mei 2020, sekitar pukul 12.00 WITA. Ada Sembilan orang yang mendatangi rumahnya, lima di antaranya berseragam. Dua orang mengaku anggota Satpol PP, tiga orang baju loreng.

    Mereka meminta Hendra dan keluarganya mengosongkan rumah karena dinilai tidak punya hak.  Hendra mengakui rumah itu bukan miliknya, tapi oper kontrak dari warga bernama Gono yang perjanjian kontraknya diketahui kepala Kelurahan Sesetan, kepala dusun Dukuh Sari dan pemilik tanah Pujiyama.

    "Sempat terjadi perdebatan antara saya dengan mereka. Mereka minta saya pergi sedangkan kontrak saya sampai 2042," kata Hendra.

    Perdebatan tersebut sambung Hendra memuncak hingga pria berbaju loreng mengancam akan mengunci Hendra dari luar. "Kalau gitu kita gembok saja, kamu mau di luar apa di dalam,"ucap Hendra menirukan perkataan pelaku.

    Mereka kemudian meninggalkan rumah Hendra sambil marah. Percakapan dan kedatangan pria tersebut sempat terekam kamera yang vidionya menyebar. Setelah pelaku pergi, Hendra langsung melapor ke Polsek Denpasar Selatan. "Saya sempat dimintai keterangan, " kata Hendra.

    Hendra beberapa hari lalu juga sempat dipanggil Satpol PP Denpasar terkait sengketa tanah yang ditempatinya. Hendra sudah menerangkan rumah itu bukan miliknya dan hanya oper kontrak dari Gono warga Surabaya.

    Perjanjian kontrak ditandatangani dirinya, Gono, pemilik tanah Pujiyama serta diketahui lurah Sesetan dan kepala dusun  Dukuh Sari.

    Belakangan diketahui banyak sengketa lahan di wilayah itu. Sebelumnya rumah wartawan senior Joko Sugianto yang bersebelahan dengan Hendra juga diklaim orang lain.

    Joko Sugianto juga diminta mengosongkan dan meninggalkan rumahnya yang biasanya ditinggali paranormal Eyang Ratih. Pihak yang mengeklaim pemilik tanah sempat melakukan eksekusi dengan cara merusak gembok pagar.

    Mereka juga memasuki rumah serta mengacak acak isinya. Kasus tersebut masih ditangani Polresta Denpasar. Muncul dugaan kasus sengketa tanah ini melibatkan banyak pihak, sebelumnya ada empat bidang tanah yang bersebelahan dengan milik Joko Sugianto juga menjadi rebutan.


    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id