32 Orang Jadi Tersangka Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar

    Muhammad Syawaluddin - 30 Juni 2020 16:55 WIB
    32 Orang Jadi Tersangka Pengambil Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar
    Ilustrasi. Medcom.id
    Makassar: Polda Sulawesi Selatan menetapkan 13 orang pengambil jenazah pasien dalam pemantauan (PDP) di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulsel, sebagai tersangka. Penetapan ini menambah daftar panjang tersangka dalam kasus serupa.

    "Iya 13 orang itu sudah ditetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 30 Juni 2020.

    Dia menerangkan, total 32 orang menyandang status tersangka pengambil paksa jenazah di rumah sakit di Kota Makassar. Penetapan itu dilakukan setelah gelar perkara oleh penyidik.

    "Hasil pengembangan pemeriksaan saksi-saksi dan hasil gelar perkara telah ditetapkan sebagai tersangka adalah sebanyak 32 orang," jelasnya.

    Penetapan tersangka terhadap puluhan orang itu merupakan buntut dari aksi pengambilan jenazah di berbagai rumah sakit di Kota Makassar, sejak beberapa pekan terakhir. Aksi pengambilan paksa jenazah didalangi oleh keluarga pasien.

    "Mereka cuman ingin memakamkan jenazah seperti biasa tetapi itu mengabaikan protokol kesehatan, sehingga mereka dilarang. Karena dilarang itulah mereka bereaksi dengan cara memaksa," kata Ibrahim.

    Baca: 2.314 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh

    Kasus pertama pengambilan paksa jenazah PDP dari rumah sakit oleh keluarga adalah di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 3 Juni 2020 lalu.

    Ratusan orang datang untuk mengambil jenazah pria yang dinyatakan sebagai PDP di Rumah Sakit Dadi setelah di rujuk dari RS Akademis. Pria itu meninggal sekitar pukul 15.30 Wita setelah masuk ke ruang ICU RS Dadi.

    Sebelum tim covid-19 melakukan pemulasaran terhadap jenazah warga yang diperkirakan berjumlah ratusan itu datang dan langsung membawa jenazah. Tim yang ada saat itu tak bisa berbuat banyak.

    Peristiwa itu ramai setelah terekam video dan tersebar di media sosial. Dalam video itu tak seorangpun petugas menahan mereka. Pasalnya, saat itu jumlah warga sangat banyak.

    Peristiwa pengambilan jenazah secara paksa kedua terjadi di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 5 Juni 2020 lalu. Pasien berjenis kelamin laki-laki berumur 49 tahun itu meninggal setelah dirawat selama dua hari di RS Labuang Baji.

    Pasien itu meninggal dunia sekitar pukul 19.15 Wita. Kerabat dan warga pasien yang meninggal itu datang dengan jumlah yang cukup banyak dan langsung mengambil jenazah yang dinyatakan sebagai PDP.

    Karena jumlah yang datang saat itu cukup banyak, petugas covid-19 yang ada tak mampu berbuat banyak. Warga pun membawa jenazah itu ke Jalan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

    Peristiwa serupa terulang di RS Stella Maris Makassar, pada Minggu 7 Juni 2020 malam. Pasien berinisial K itu masuk ke Rumah Sakit Stella Maris dengan keluhan batuk, demam, dan sesak napas, pagi hari sekitar pukul 08.30 Wita.

    Setelah melalui pemeriksaan, apa yang dialami oleh pasien mengarah ke covid-19 dan akhirnya ditetapkan sebagai PDP kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Hanya saja, takdir berkata lain pasien meninggal dunia pada pukul 19.30 Wita.

    Tim dokter yang ada saat itu langsung menghubungi tim gugus covid-19 Sulsel untuk segera dilakukan pemulasaran dan dibawa ke pemakaman khusus. Tim gugus belum tiba, warga yang merupakan keluarga dan kerabat sudah datang dan mengambil jenazah itu.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id