Kebakaran Lahan Gambut di Pelawan Diselidiki

    Antara - 29 Juni 2020 22:40 WIB
    Kebakaran Lahan Gambut di Pelawan Diselidiki
    Ilustrasi. Medcom.id
    Pekanbaru: Polda Riau mulai melakukan penyelidikan kebakaran lahan gambut di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau. Garis polisi telah dipasang di lokasi kebakaran lahan.

    "Kami telah memasang garis polisi dan plang pemberitahuan penyelidikan di lokasi kebakaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto, di Pekanbaru, Senin, 29 Juni 2020.

    Dia mengatakan, kebakaran terjadi di Desa Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut. Kebakaran terjadi sejak Minggu, 28 Juni 2020 dan menghanguskan sedikitnya empat hektare lahan.

    Sunarto belum bersedia merincikan status lahan yang terbakar tersebut. Namun, berdasarkan foto pantauan udara, terlihat lokasi kebakaran merupakan areal bukaan untuk kawasan konsesi. Terlihat jelas parit-parit pembatas di sekitar lokasi kebakaran.

    Berdasarkan foto dan video yang sama juga terlihat asap pekat membumbung ke udara. Secara keseluruhan, dia mengaklaim kebakaran telah diatasi.

    "Secara keseluruhan untuk titik api di TKP Karhutla Bandar Petalangan, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan sudah berhasil dipadamkan," ujarnya.

    Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Jim Gafur, mengatakan upaya pemadaman masih berlangsung hingga hari ini. Bahkan, Satgas Karhutla Riau telah menerbangkan dua unit helikopter pengebom air menuju lokasi kebakaran.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan telah mendeteksi 41 titik panas atau indikasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

    Titik-titik panas dengan tingkat kepercayaan hingga 79 persen sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan itu terdeteksi melalui citra satelit Terra dan Aqua pada Senin pagi pukul 06.00 WIB.

    "Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan total 26 titik. Selanjutnya titik panas menyebar di Kampar tujuh titik, Siak empat, Kuansing dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik panas," jelas Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id