Kasus Covid-19 di Makassar Masih Tinggi, Pj Wali Kota Diganti

    Muhammad Syawaluddin - 25 Juni 2020 19:38 WIB
    Kasus Covid-19 di Makassar Masih Tinggi, Pj Wali Kota Diganti
    ilustrasi Medcom.id
    Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah memastikan bakal mengganti Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf. Proses pergantian atau serah terima jabatan itu akan dilaksanakan Jumat 25 Juni 2020 besok.

    "Besok pukul 14.00 Wita di rumah jabatan (pelantikan PJ wali kota Makassar)," kata, Nurdin Abdullah, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 25 Juni 2020.

    Nurdin mengatakan bahwa pergantian ini dilakukan semata-mata agar penularan virus korona atau covid-19 bisa ditekan. Untuk itu dibutuhkan pemimpin yang mampu mengatur dan bertindak dengan tegas.

    Karena menurutnya, saat ini Kota Makassar menjadi daerah dengan penyebaran dan penularan virus korona terbesar di luar Pulau Jawa. Dalam artian Kota Makassar menjadi episentrum penyebaran virus korona. Bahkan, 70 persen kasus covid-19 di Sulsel berada di Kota Makassar.

    "Jadi tidak usah ditanyakan lagi soal adanya penggantian, ini adalah misi kemanusiaan dalam rangka memutus mata rantai covid-19," jelasnya.

    Baca juga: Pedagang Seragam Sekolah Paceklik

    Jadi kata Mantan Bupati Banteng itu bahwa tidak ada yang spesial dari pergantian Penjabat Wali Kota Makassar ini. Sebab, amanah yang diemban itu bukanlah jabatan definitif. Sehingga, dalam perjalanan bisa dievaluasi oleh gubernur.

    "Penjabat itu, masa jabatan satu tahun tapi kita ada pergub, bahwa bisa dievaluasi setiap saat. Saat ini kita butuhkan orang yang lebih fokus lagi," jelasnya.

    Nurdin Abdullah sebelumnya mengatakan bahwa dalam waktu dekat bakal mengganti Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf. Hal itu lantaran penyebaran virus korona di Kota Makassar terus meningkat secara signifikan. 

    Ia menjelaskan bahwa saat ini Kota Makassar membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatur dam mengatasi pandemi virus korona. Sehingga, penyebaran virus korona bisa ditekan secara maksimal. 

    "Makassar butuh strong leader yang bisa memutus mata rantai penyebaran virus korona," katanya. 

    Pergantian tersebut menurutnya sebuah langkah yang harus dilakukan, mengingat saat ini Kota Makassar menjadi episentrum penyebaran virus korona terbesar di Sulawesi Selatan. Dan terus naik tiap harinya. 

    Belum lagi katanya, kurangnya ketegasan sehingga masyarakat di Kota Makassar kurang memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditentukan sebelumnya. Padahal peran wali kota sangat penting dalam kondisi seperti ini. 



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id