Lima Kali Gempa Guguran Terjadi di Merapi

    Antara - 12 Februari 2020 12:48 WIB
    Lima Kali Gempa Guguran Terjadi di Merapi
    Gunung Merapi--Antara/Hendra Nurdiyansyah
    Yogyakarta: Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami lima kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Rabu, 12 Februari 2020, mulai pukul 00.00-06.00 WIB. Lima gempa guguran itu memiliki amplitudo 2-8 mm dan berlangsung selama 15.24-45.44 detik.

    "Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga mengalami dua kali gempa low frekuensi dengan amplitudo 5 mm selama 31.6-31.8 detik, lima kali gempa hybrid atau gempa fase banyak dengan amplitudo 2-6 mm selama 6.48-7.96 detik," ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melansir Antara, Rabu, 12 Februari 2020.

    Selanjutnya, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 10 mm selama 40.4 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5-8 mm selama 61.8-100.28 detik. Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah.

    "Sedangkan angin di gunung itu bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara tercatat mencapai 14.5-20.9 derajat Celsius dengan kelembaban udara 57-89 persen dan tekanan udara 629.55-709.5 mmHg," imbuhnya.

    BPPTKG tidak mencatat adanya guguran lava yang terpantau secara visual pada periode pengamatan itu. BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. 

    "Untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana," jelasnya.

    BPPTKG mengimbau warga tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Dia menerangkan guguran lava dan awan panas dapat menimbulkan hujan abu. 

    "Masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu mengenai erupsi Gunung Merapi dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke Kantor BPPTKG," tandasnya.





    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id