NTT Siapkan 17 Ton Beras Fortifikasi Atasi Tengkes

    Antara - 06 Februari 2020 12:32 WIB
    NTT Siapkan 17 Ton Beras Fortifikasi Atasi Tengkes
    Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Eko Pranoto, memperkenalkan beras fortifikasi. (Foto: ANTARA/Kornelis Kaha)
    Kupang: Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan sebanyak 17 ton beras fortifikasi untuk membantu mengatasi stunting atau tengkes pada anak-anak di wilayahnya. Beras fortifikasi merupakan pangan dengan penambahan mikronutrien seperti vitamin dan unsur renik esensial.

    “Stok beras fortifikasi kami saat ini 17 ton, dan siap disalurkan untuk mendukung program penanganan kekerdilan di daerah-daerah pada 2020," kata Kepala Bulog Divre NTT, Eko Pranoto, melansir Antara, Kamis, 6 Februari 2020.

    Eko mengatakan pihaknya belum dapat mendatangkan beras fortifikasi dalam jumlah besar karena produksi di Pulau Jawa yang masih terbatas. Namun penambahan stok bisa dilakukan sewaktu-waktu ketika permintaan dari daerah-daerah mulai banyak.

    Ia melanjutkan pihaknya masih terus menawarkan beras tersebut secara masif ke daerah-daerah. Terutama yang kondisi tingkat kekerdilan anak masih tinggi, seperti di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor.

    “Memang peluncuran beras ini baru kami lakukan di Kota Kupang namun koordinasi di daerah-daerah terus dilakukan untuk promosi,” jelasnya.

    Eko menjelaskan beras fortifikasi merupakan beras penambah zat gizi mikro pada salah satu atau beberapa bahan pangan dengan tujuan meningkatkan nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

    Kandungan beras ini, lanjut dia, langsung terintegrasi dengan vitamin sehingga masyarakat tidak perlu membeli vitamin tambahan secara terpisah.

    Kandungan vitamin yang berada di dalam beras itu di antaranya berupa vitamin A, B1, B3,B12, zat besi, asam folat dan zinc dan bisa dikonsumsi ibu-ibu yang sedang hamil. Eko menambahkan, beras fortifikasi merupakan beras kelas premium dan akan dipasarkan dengan harga Rp21.000 per kilogram.

    "Namun khusus untuk NTT kami sedang usulkan agar jenis berasnya medium sehingga harganya mudah dijangkau," katanya.




    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id