Pembangunan SD Bangunrejo 2 Diduga Gagal Lelang

    Ahmad Mustaqim - 06 Februari 2020 19:06 WIB
    Pembangunan SD Bangunrejo 2 Diduga Gagal Lelang
    Kepala SD Bangunrejo 2, Subagya melihat di lokasi proyek pembangunan gedung sekolah, Kamis, 6 Februari 2020. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
    Yogyakarta: Kegiatan SD Bangunrejo 2 Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, terpaksa menumpang di sekolah tetangga. Kegiatan sekolah tersebut menumpang di SD Bangunrejo 1 yang terpisah jalan selebar sekitar dua meter. 

    Kepala SD Bangunrejo 2, Subagya, mengatakan tak tahu pasti mengapa pembangunan sekolah itu molor terlalu lama. Padahal bangunan sekolah sudah dirobohkan sejak Februari 2019. 

    "Yang (Dinas) PU sama pelelangnya kemungkinan. Kemungkinan gagal lelang kita. Karena gagal lelang," kata Subagya ditemui di area proyek pembangunan SD Bangunrejo 2, Kamis, 6 Februari 2020.

    Subagya mengungkapkan sudah mencari tahu penyebab lambatnya proses pembangunan SD Bangunrejo 2. Sudah setahun, proses pembangunan baru dalam tahap pembuatan cakar ayam bangunan gedung tersebut.

    Ia menanyakan langsung ke Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Pihaknya juga meminta penjelasan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta. 

    "Karena dulu kami sudah woro-woro ke masyarakat dan guru, sekolah akan dibangun mulai Februari 2019. Kami minta dinas menjelaskan langsung ke siswa, guru, dan masyarakat, karena kalau tak dari sana langsung masyarakat dan siswa tak percaya dengan guru di sini. Dikira hanya bohong mau dibangun," jelas Subagya.

    Informasi yang masuk ke dirinya, kata Subagya, proses lelang yang dilakukan pemerintah diikuti sejumlah kontraktor. Sejumlah nilai yang muncul dari Rp3,78 miliar hingga Rp4,5 miliar. 

    Menurut Subagya kontraktor yang lolos dengan nilai Rp3,78 miliar. Ia menyatakan gedung tersebut diperkirakan selesai pada tahun ajaran baru 2020/2021. 
     
    Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Asrori, mengatakan tak tahu menahu soal lambatnya pembangunan SD Bangunrejo 2. Ia mengatakan hal itu jadi kewenangan Dinas PUPKP. 

    "Saya tidak tahu kenapa molor. Mungkin karena diulang proses lelangnya," kata Budi.

    Budi mengakui situasi itu membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut terganggu. Apalagi, 69 dari 81 jumlah totol siswa di sekolah tersebut anak berkebutuhan khusus (ABK). Fasilitas bagi ABK pun tak sesuai. 

    "Kita evaluasi soal itu. Kemungkinan tahun ajaran baru nanti bangunan akan jadi," pungkas Budi.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id