Bupati Mempawah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

    Medcom - 21 Juli 2021 20:18 WIB
    Bupati Mempawah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
    Banjir yang menggenangi rumah warga di Desa sejegi, kecamatan mempawah Timur, Rabu, 21 Juli 2021. Dokumentasi/ BPBD Kab Mempawah



    Jakarta: Bupati Mempawah, Erlina, menetapkan status tanggap darurat dalam rangka percepatan penanganan bencana. Status tersebut berlaku mulai 15 sampai 29 Juli 2021.

    Hal tersebut diumumkan melalui Surat Keputusan Bupati Mempawah Nomor 186 Tahun 2021 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor di Kabupaten Mempawah Tahun 2021.

     



    "Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah hingga Rabu, 21 Jli, jumlah warga yang terdampak banjir bertambah menjadi 7.885 KK/ 26.245 jiwa," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis.

    Baca: Terprovokasi Ajakan Demo PPKM Darurat, 59 Remaja di Brebes Ditangkap

    Dia menjelaskan hingga saat ini, masih terdapat enam Kecamatan yang sebagian desanya masih tergenang banjir, di antaranya Kecamatan Jongkat, Kecamatan Segedong, Kecamatan Sui Kunyit, Kecamatan Sui Pinyuh, Kecamatan Mempawah hilir dan Kecamatan Mempawah Timur.

    BPBD Mempawah mencatat dua Kecamatan lainnya sudah berangsur surut yaitu, Kecamatan Toho dan Kecamatan Anjongan. Para warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa saat banjir.

    "Berdasarkan hasil kajian dari InaRISK, Kabupaten Mempawah memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Kejadian banjir ini merupakan fenomena berulang apabila tidak ditindaklanjuti," jelasnya.

    Menurut Muhari, pihaknya mengimbau kepada pemerintah setempat untuk dapat menyiapkan program jangka menengah dan jangka panjang seperti peniadaan pemukiman di sekitar pesisir pantai dan dataran rendah. Hal ini sebagai upaya pencegahan bahaya bencana hidrometeorologi.

    "Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana dengan memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk," ujarnya.
     

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id