Komnas HAM Selidiki Kasus Tewasnya 2 Tahanan

    Hendrik Simorangkir - 16 April 2021 19:28 WIB
    Komnas HAM Selidiki Kasus Tewasnya 2 Tahanan
    Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Wahyu Pratama Tamba



    Tangerang: Dua tahanan berinisial HG dan W meninggal di ruang tahanan Polres Tangerang Kota. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meninjau peristiwa tersebut untuk didalami kasus itu. 

    "Kami mendalami peristiwa kematian tahanan tersebut yang terjadi pada 26 Juli dan 21 November 2020. Rentang waktu 4-5 bulan itu, terdapat dua tahanan yang meninggal dunia," ujar Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Wahyu Pratama Tamba, Jumat, 16 April 2021.






    Pratama menjelaskan tahanan berinisial HG merupakan pelaku kasus narkoba yang meninggal pada 26 Juli 2020. Sementara, tersangka W yang merupakan tahanan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur meninggal pada 21 November 2020.

    "Kami sudah meminta keterangan dari beberapa pihak, seperti pendamping hukum, keluarga korban, pihak medis, dan terakhir kami dapatkan informasi dari pihak Polres Metro Tangerang Kota," katanya.

    Pratama menuturkan berdasarkan keterangan kepolisian tersangka HG meninggal karena sakit liver atau hati. Tapi, lanjutnya, berdasar keterangan keluarga HG, diduga meninggal karena diabetes dan kencing manis. 

    "Kepolisian sempat menangani HG sebanyak empat kali sebelum akhirnya dia meninggal. Meninggalnya di salah satu RS," jelasnya. 

    Sementara, Pratama menambahkan tersangka W meninggal karena dianiaya oleh 14 tersangka lainnya di ruang tahanan Polres Metro Tangerang Kota. Pihak kepolisian, kata Pratama memang mengaku lalai karena membiarkan W meninggal. 

    "Pihak kepolisian ini sempat kewalahan menangani tahanannya karena overload, jumlahnnya melebihi kapasitas. Pada peristiwa kematian itu, tahanan berjumlah 220 orang saat itu. Sekarang ada 53 orang," tuturnya.

    Selain itu, kepolisian telah menetapkan 14 orang itu sebagai tersangka penganiayaan. 

    "Informasi dari Kasatreskrim, 14 orang ditetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia," kata Tama. 

    Hasil sementara yang didapatkan dari penyelidikan itu, Tama menyebut kepolisian memang memiliki satu kekurangan, yakni kurangnya pengawasan yang diberikan ke tahanan-tahanan yang ada. Oleh karena itu, pihaknya bakal membuat surat rekomendasi yang nantinya akan diberikan ke beberapa pihak, termasuk kepolisian. 

    "Kami masih atur dulu laporan dari hasil penyelidikan. Lalu nanti keluar rekomendasi, nanti kami pastikan rekomendasi itu disampaikan ke semua pihak," ucapnya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id