Menjelang Idulfitri, Pemkot Bogor Perketat Mobilitas Warga

    Rizky Dewantara - 04 Mei 2021 09:49 WIB
    Menjelang Idulfitri, Pemkot Bogor Perketat Mobilitas Warga
    Pengunjung berdesakan di Tanah Abang. Foto: MI/Ramdani



    Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengikuti imbauan pemerintah pusat untuk melakukan pengetatan mobilitas warga termasuk protokol kesehatan (prokes) sebelum dan sesudah Idulfitri. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus covid-19.

    "Tadi kami mendapatkan arahan dari Panglima TNI-Kapolri, Mendagri, Jaksa Agung dan semua. Jadi kalau kalau pemerintah daerah lengah, kerumunan dibiarkan, arus mudik tidak diantisipasi, tempat ibadah tidak melakukan protokol kesehatan, maka ada potensi lonjakan kedua covid-19," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 Mei 2021.






    Dia memastikan, koordinasi dan komunikasi terus dilakukan untuk memastikan kondisi sebelum dan sesudah pengetatan dilakukan. Pihaknya sudah melakukan simulasi penyekatan yang akan dilakukan pada 6 Mei 2021.

    Baca: Kota Bogor Bakal Berlakukan Ganjil Genap Menjelang Lebaran

    “PPKM Mikro menjadi bagian yang akan diperketat dan pengawasan lebih ketat juga dilakukan di tempat-tempat ibadah,” akunya.

    Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi kerumunan di mal dan pasar, Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606 Kota Bogor. Mereka akan mengambil tindakan tegas dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan untuk mengantisipasi potensi lonjakan virus korona.

    "Setiap saat mal di Kota Bogor bisa ditutup, demikian juga untuk pasar bisa diatur penyekatan penutupan lalu lintas dan sebagainya untuk mencegah kerumunan," sebutnya.

    Baca: Kota Bogor Tetap Izinkan Salat Idulfitri dengan Protokol Kesehatan

    Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, menambahkah terkait pusat perbelanjaan ataupun pasar tradisional dipantau oleh jajaran Satgas covid-19 tingkat kecamatan.

    Sehingga jika ada penumpukan akan dilakukan penutupan sementara. Yakni mulai dari akses masuk maupun akses jalan menuju ke lokasi.

    "Kami menghimbau agar warga Kota Bogor memanfaatkan pusat perbelanjaan terdekat dari lokasi tempat tinggal. Jadi tidak semua harus di pusat kota, karena itu risiko terpapar lebih tinggi,” ungkapnya kepada medcom.id di Bogor, Jawa Barat, Selasa 4 Mei 2021.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id