Mudik Dilarang, Jalur Masuk dan Jalur Alternatif ke Sleman Dijaga Ketat

    Ahmad Mustaqim - 04 Mei 2021 13:49 WIB
    Mudik Dilarang, Jalur Masuk dan Jalur Alternatif ke Sleman Dijaga Ketat
    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Pramana (tengah). Medcom.id/ahmad mustaqim



    Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman telah menyiapkan skema penyekatan perbatasan hingga pemantauan terminal saat larangan mudik Lebaran 2021, pada 6-17 Mei 2021. Personel telah dibagi untuk penjagaan di setiap pos yang ditentukan.

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Pramana, mengatakan dua jalur masuk utama di perbatasan dengan Jawa Tengah, yakni Kecamatan Tempel dan Prambanan, dipastikan dilakukan penjagaan. Dua jalur masuk itu barada di jalan nasional.






    "Selain itu, kami akan lakukan pemantauan di kawasan pasar Pelemgurih Kecamatan Gamping, Jalan Solo (depan Ambarukmo Plaza), dan beberapa jalir alternatif," kata Arip di Pendopo Parasamya Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 4 Mei 2021.

    Baca: Mudik Dilarang, Pelni Tetap Siagakan 26 Armada dan 46 Trayek Kapal

    Ia mengatakan, dua titik utama akan dijaga personel gabungan Dinas Perhubungan, kepolisian dan TNI. Selain itu, berbagai jalur alternatif akan dipantau aparat dari Polsek setempat.

    "Misalnya, di perempatan timur Candi Prambanan ke selatan. Lalu, wilayah utara, ada Balerante dan Desa Banyurejo (Kecamatan Tempel), dan pintu masuk dari arah Kecamatan Nanggulan (Kabupaten Kulon Progo)," ujarnya.

    Arip mengatakan, pihaknya juga menyiapkan pemantauan dengan mobil keliling di empat terminal, yakni Terminal Pakem, Terminal Condongcatur, Terminal Prambanan, dan Terminal Gamping. Setiap titik minimal dipantau dua petugas.

    Baca: Lonjakan Penumpang KA Jarak Jauh Diprediksi Hingga Besok

    Kemudian, ada 52 personel yang akan menjaga di perbatasan. Mereka dibagi dalam tiga sif selama 24 jam.

    Ia menambahkan, pembatasan tak berlaku bagi sejumlah kelompok yakni, tugas kedinasan anggota kepolisian dan TNI, orang hamil, dan orang sakit. Selain itu, kendaraan pengangkut logistik bahan pangan tetap bisa melintas.

    "Setidaknya ada sekitar 600 kendaraan pembawa sayur dari wilayah Magelang dan Temanggung setiap hari. Kendaraan pengangkut logistik beras dan alat kesehatan juga dikecualikan," ujarnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id