comscore

Eks Kalapas Kelas I Tangerang Sebut Banyak Barang Elektronik Ilegal di Dalam Sel

Hendrik Simorangkir - 15 Februari 2022 18:15 WIB
Eks Kalapas Kelas I Tangerang Sebut Banyak Barang Elektronik Ilegal di Dalam Sel
Suasana ruang sidang 1 Pengadilan Negeri Tangerang kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.
Tangerang: Penemuan beberapa barang ilegal ditemukan di dalam Blok C2, saat terjadi kebakaran terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Tangerang. Mantan kepala Lapas Tangerang Kelas I Tangerang Victor Teguh Prihartono mengatakan adanya penanak nasi hingga colokan ditemukan di blok tersebut.

Pernyataan Victor itu terungkap saat sedang memberikan kesaksian dalam sidang kasus kebakaran Lapas Kelas I Tangerang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Kota Tangerang, dengan beragendakan pemeriksaan saksi. 
Victor yang diketahui menjabat Kalapas saat kejadian itu ditanya oleh majelis hakim Aji Suryo terkait apakah ada peralatan listrik di blok tersebut.

"Ada televisi buat hiburan warga binaan, dispenser. Keduanya itu jadi inventaris. Ada juga ditemukan kabel-kabel, colokan, dan magic jar yang dimiliki warga binaan," jawab Victor. 

Majelis hakim pun kembali menanyakan terkait pengaturan kabel dan pihak yang bertanggung jawab. Serta kejadian korsleting pertama yang memicu terjadinya kebakaran.

Baca: 5 Pejabat Lapas Tangerang Bersaksi Dalam Sidang Lanjutan Kebakaran

"Untuk kebutuhan sarana prasarana terkait kabel, dipegang bagian umum. Korsleting listrik dari kamar 4," kata Victor.

Victor pun mengakui jika terdapat salah satu tuas dalam posisi turun. Sedangkan yang lainnya dalam posisi hidup.

"Untuk instalasi tiap blok terpisah, kebutuhan sebelum kejadian masih normal. Dalam hal itu ada tuas satu yang dalam posisi turun, sedangkan yang lain tidak turun. Jalur dari panel ke blok C2 itu resmi," jelasnya.

Selain itu, majelis hakim pun kembali menanyakan alasan lamanya petugas membuka pintu di Blok C2. Sehingga banyaknya warga binaan yang tewas kebakar.

"Sebenarnya kalau melihat keterangan dan yang saya ketahui tangan petugas Yoga melepuh karena membuka pintu tersebut. Pada saat itu mereka berlari mengambil kunci. Karena itu ada dua kunci. Itu ada slip di anak kunci itu. Ada slip waktu itu," ucap Victor. 

Victor mengaku dalam Blok C2 yang ada di Lapas tersebut hanya terdapat satu pintu utama untuk warga binaan pemasyarakatan keluar. 

"Itu hanya pintu cuma satu. Ada 19 kamar. Di dalam lokasi itu ada kamar kamar kecil yang tidak terkunci. Dan yang dibuka itu pintu utama untuk keluar. Saat api padam, saya masuk ke lokasi ada mayat yang posisi itu memegang jeruji," jelasnya. 

Selain Victor, sidang yang digelar di ruang sidang 1 PN Tangerang ini menghadirkan empat saksi lainnya, yakni Willy Gunawan sebagai bendahara, Ngadino Kabid keamanan dan ketertiban, Arif Rahman kasi keamanan, dan Rino Soleh kepala kesatuan pengamanan Lapas.

Sidang ketiga ini pun turut menghadirkan empat orang terdakwa dalam kasus kebakaran tersebut. Keempatnya, merupakan pegawai Lapas Kelas I Tangerang, adalah Suparto, Rusmanto, Yoga Wido Nugroho, dan Panahatan Butar Butar. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id