comscore

3.283 Narapidana di Sumbar Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Antara - 26 April 2022 17:04 WIB
3.283 Narapidana di Sumbar Diusulkan Dapat Remisi Lebaran
Ilustrasi Medcom.id
Padang: Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatra Barat mengusulkan sebanyak 3.283 narapidana sebagai penerima remisi khusus pada Idulfitri 1434 H.

"Untuk Idulfitri ini kami mengusulkan 3.283 warga binaan pemasyarakatan yang memeluk agam Islam sebagai penerima remisi Idulfitri," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar R Andika Dwi Prasetya, di Padang, Selasa, 26 April 2022.
Ia mengatakan keputusan final remisi yang telah diusulkan tersebut nantinya akan diputuskan oleh pemerintah pusat dan diserahkan secara resmi pada Hari Raya Idulfitri.

"Remisi adalah pengurangan masa hukuman yang diberikan kepada warga binaan yang berhak dan memenuhi syarat sesuai peraturan," katanya.

Ia menyebutkan ribuan narapidana yang diusulkan tersebut berasal dari 22 lembaga pemasyarakatan (lapas) atau rumah tahanan negara (rutan) yang ada di Sumbar.

Baca: 497 Tahanan di Jember Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Pengusulan remisi paling banyak berasal dari Lapas Kelas II A Padang sebanyak 573 orang, Lapas Kelas II A Bukittinggi 498 orang, Lapas Kelas IIB Pariaman sebanyak 359 orang, dan Lapas Kelas II B Solok sebanyak 259 orang.

Sedangkan sisanya memiliki angka yang variatif dengan jumlah paling banyak 246 orang dari Lapas Khusus Narkotika Sawahlunto. Ia mengatakan besaran remisi yang diusulkan bervariasi mulai dari lima belas hari hingga dua bulan.

Sementara itu 16 orang di antara 3.283 narapidana diusulkan untuk menerima remisi khusus II (RK II) artinya mereka langsung bebas.

Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar Ali Syeh Bana mengatakan tiga ribuan narapidana yang diusulkan sebagai penerima remisi itu paling banyak terjerat kasus narkotika.

"Paling banyak adalah kasus narkoba karena enam puluh persen penghuni lembaga pemasyarakatan atau rutan yang ada di Sumbar adalah narapidana kasus narkoba," jelasnya. 

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id