comscore

Ridwan Kamil Minta Arteria Dahlan Minta Maaf

Roni Kurniawan - 19 Januari 2022 09:07 WIB
Ridwan Kamil Minta Arteria Dahlan Minta Maaf
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Medcom.id/ Roni Kurniawan
Bandung: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau Arteria Dahlan segera meminta maaf kepada masyarakat Sunda di berbagai daerah se-Nusantara. Pasalnya, pernyataan Arteria Dahlan dinilai melukai Kebhinekaan NKRI. 

"Jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf ya kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini, tapi kalau tidak dilakukan pasti akan bereskalasi karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya, jadi saya berharap itu dilakukan," ujar Ridwan Kamil dalam keterangan resmi melalui Humas Jabar, Rabu, 19 Januari 2022. 

 



Gubernur yang akrab disapa Emil ini menilai, pernyataan yang dilontarkan anggota DPR melukai kebhinekaan NKRI. Sehingga, ia mengingatkan Arteria Dahlan, pasalnya orang Sunda itu memiliki sifat silih asih silih asah silih asuh

Baca: Wow! Lukisan NFT Ridwan Kamil Laku Hampir Rp50 Juta

"Menurut saya kekayaan, keberagaman makanya Pancasila Bhineka Tunggal Ika itu mewakili semangat itu. Jadi kalau ada yang rasis seperti itu menurut saya harus diingatkan tentunya dengan baik-baik dulu," imbuhnya.

Kendati demikian, Emil menyesalkan perbuatan yang telah dilakukan karena telah melukai sebagian besar warga Sunda di seluruh Indonesia. Terkait bahasa daerah, ia menyebut merupakan kekayaan Nusantara yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan patut untuk dilestarikan. 

"Jadi saya menyesalkan statement dari Pak Arteria Dahlan terkait masalah bahasa ya, yang ada ratusan tahun, ribuan tahun menjadi kekayaan Nusantara ini," tuturnya. 

Emil mengaku, dalam beberapa agenda kunjungan kerja ke berbagai provinsi di Indonesia sering melafalkan bahasa daerah di sela sambutannya. Hal itu dilakukan untuk melestarikan bahasa daerah agar tetap ada hingga anak cucu pada masa depan.  

Baca: Baliho Nyapres Bertebaran, Ridwan Kamil: Dukungan adalah Doa

"Saya sudah cek ke mana-mana, media bisa buktikan saya kira tidak ada di rapat yang sifatnya formal dari A sampai Z bahasa Sunda. Yang ada itu ucapan selamat pembuka pidato atau penutup pidato atau di tengah-tengah ada celetukan celetukan yang saya kira wajar-wajar saja kan begitu," bebernya.

"Makanya harus ditanya mana buktinya yang membuat tidak nyaman. Bayangan saya kelihatan tidak seperti yang disampaikan persepsinya seperti itu. Seperti di sini kan saya akhiri _'Matur Suksma'_ saya ke Aceh saya bilang _'Teurimong Geunaseh'_ kan begitu, saya ke Jogja kemarin bilang _'Matur Nuwun'_ Pak Sultan dan sebagainya, itu kan malah keren," tutur Emil

Ia berharap kejadian seperti ini tidak menimbulkan perbedaan sebagai perdebatan. Melainkan bisa dilihat dari sisi keberagaman dan sebagai kekayaan bahasa daerah di Indonesia. 

"Kita ini terbagi dua dalam melihat perbedaan, ada yang melihat perbedaan itu sebagai kekayaan, sebagai rahmat. Saya berharap mayoritas kita melihat perbedaan seperti itu. Ada yang melihat perbedaan sebagai sumber kebencian. Itu yang harus kita lawan," ungkapnya.

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id