Banyuwangi Siapkan Skenario New Normal Pelayanan Publik

    Amaluddin - 22 Mei 2020 15:15 WIB
    Banyuwangi Siapkan Skenario <i>New Normal</i> Pelayanan Publik
    Ilustrasi. Medcom.id
    Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, menyiapkan skenario new normal dalam pelayanan publik. Protokol kesehatan pun tetap diutamakan dalam penerapan new normal.

    "New normal bukan pelonggaran, yang artinya kesehatan dan kebersihan menjadi pilar utama keseharian. Kita berupaya mencegah penyakit, sekaligus tetap produktif," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam pesan tertulis kepada Medcom.id, Jumat, 22 Mei 2020.

    Anas mengatakan, berbagai sektor pelayanan publik tidak bisa terus dihentikan. Dia mengaku, meski pelayanan daring diberikan tetap memerlukan kehadiran fisik. 

    "Semuanya akan dilakukan bertahap oleh pemerintah pusat. Maka kami memulai persiapan, simulasi, sehingga nantinya siap jika pemerintah pusat memberi komando," jelasnya.

    Dia menerangkan pelayanan publik era new normal adalah wujud pelayanan prima berdasarkan protokol kesehatan. Setiap kantor pelayanan publik wajib dilengkapi alat penunjang kesehatan, seperti pengukur suhu tubuh, sanitasi, hand sanitizer, wajib bermasker, alat pelindung diri bagi petugas, dan sebagainya.

    "Warga yang tidak bermasker, tidak boleh masuk, maka dia tidak bisa mengurus dokumen atau perizinan," jelasnya.

    Baca: Covid-19 Bukti Kebenaran Nikmat Allah SWT

    Anas mengaku sedang mengkaji kebijakan setiap warga yang datang ke kantor pelayanan publik diberi asupan jamu untuk membentuk gaya hidup sehat. Dia mengaku, sebelum pandemi covid-19, pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) dihentikan setiap jam, kemudian petugas dan warga melakukan senam bersama selama lima menit.
     
    "Nah, yang semacam itu harus menjadi tren di semua tempat pelayanan publik, bahkan harus diikuti BUMN dan swasta di Banyuwangi," jelas Anas.

    Dia mengaku untuk menyiapkan new normal tengah menginventarisasi sejumlah hal. Dia mengungkap bakal menggandeng pelajar SMK untuk memproduksi hand sanitizer berbahan dasar tanaman.

    "Kualitasnya setara produk pabrikan yang lebih mahal," katanya.

    Dia memuji inovasi Desa Genteng Wetan yang mulai menyiapkan diri, dan layak menjadi rujukan pelayanan publik era new normal. Petugas di desa itu menggunakan alat pelindung diri (APD),yakni masker dan pelindung wajah.

    "Protokol bagi warga disiapkan, seperti wajib bermasker, cuci tangan sebelum masuk kantor, hingga dipindai suhu tubuhnya," ungkapnya..

    Selain itu, pengunjung bersuhu lebih dari 37 derajat tak diperkenankan masuk dan langsung dihubungkan ke puskesmas terdekat. Tempat duduk di area pelayanan dibikin berjarak.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id