3 Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara

    Antara - 22 September 2020 17:31 WIB
    3 Petinggi Sunda Empire Dituntut 4 Tahun Penjara
    Tiga terdakwa kasus Sunda Empire menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bandung. (Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
    Bandung: Jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, menuntut tiga petinggi Sunda Empire yang menjadi terdakwa kasus penyiaran berita bohong dan menimbulkan keonaran, empat tahun penjara.
     
    Jaksa Kejati Jawa Barat, Suharja, mengatakan ketiga terdakwa secara meyakinkan bersalah sesuai dengan dakwaan Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Menurut jaksa, kebohongan yang dilakukan tiga orang tersebut bisa merusak keharmonisan masyarakat adat Sunda.
     
    "Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara masing-masing empat tahun penjara. Akibat perbuatannya telah menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat Sunda. Karena telah mengotori dan mengusik keharmonisan masyarakat khususnya masyarakat Sunda," kata Suharja, di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Selasa, 22 September 2020.
     
    Baca juga: Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Dihukum 4 dan 1,5 Tahun Penjara

    Tiga terdakwa petinggi kekaisaran fiktif itu yakni Nasri Banks sebagai perdana menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai ratu, dan Raden Rangga Sasana sebagai sekretaris jenderal.
     
    Jaksa memastikan narasi tentang kekaisaran Sunda Empire yang dilontarkan para terdakwa merupakan kebohongan. Terlebih lagi, tidak ada sumber sejarah yang mencatat eksistensi kekaisaran fiktif tersebut.
     
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id