Cirebon Kembali Dikepung Banjir

    Ahmad Rofahan - 08 Februari 2020 11:11 WIB
    Cirebon Kembali Dikepung Banjir
    Anggota Brimob saat mengevakuasi warga Desa Mundu Pesisir, Cirebon, Jawa Barat, Jumat malam, 7 Februari 2020. Medcom.id/ Ahmad Rofahan.
    Cirebon: Banjir kembali merendam empat kecamatan di wilayah Cirebon pada Jumat malam, 7 Februari 2020. Sebelumnya daerah tersebut juga sempat terendam bajir pada pekan lalu dan sempat surut.

    Banjir terjadi tadi malam disebut akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dan juga kiriman air dari wilayah Kuningan dan Majalengka.

    "Hujan terjadi sejak pukul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cirebon, Dadang Suhendra, saat dikonfirmasi, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Dadang menjelaskan ada empat kecamatan yang terendam banjir semalam, yaitu Kecamatan Mundu, Plered, Plumbon dan Gunungjati.

    Untuk wilayah Kecamatan Mundu, banjir terjadi di Desa Banjarwangun dan Mundu Pesisir. Tadi malam pihaknya juga melakukan evakuasi penduduk ke tempat yang lebih aman.

    Banjir yang terjadi di Kecamatan Mundu, akibat meluapnya Sungai Mundu yang bertemu dengan Sungai Kalijaga. Dadang menyebut, ketinggian air mencapai 80 cm.

    "Untuk di Mundu, kami evakuasi warga ke tiga masjid di sekitar lokasi. Pagi tadi, masih ada sekitar 15 pengungsi yang masih bertahan," jelas Dadang.

    Dadang menuturkan hampir seluruh warga yang mengungsi di empat kecamatan tersebut sudah mulai kembali ke rumah masing-masing karena kondisi banjir sudah mulai surut.

    Namun untuk wilayah Desa Adi Darma Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon, masih terdapat genangan. "Saat ini, genangan yang masih ada, hanya di Kecamatan Gunungjati saja," ungkap Dadang.

    Danki 4 Tim SAR Brimob Batalyon C Pelopor Polda Jabar, Iptu Abang Mulayana menuturkan, pihaknya juga ikut terlibat dalam membantu evakuasi warga di Desa Mundu Pesisir.

    Menurutnya evakuasi yang dilaksanakan tadi malam berjalan lancar, namun banyak warga yang enggan dievakuasi, karema dikhawatirkan terjadi penjarahan. "Ada yang menolak dievakuasi, karena takut barangnya dijarah," kata Abang.

    Pihaknya memprioritaskan untuk melakukan evkuasi kepada manula dan balita. Para pengungsi, dibawa ke Masjid SMK 1 Mundu.

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id