Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang Naik 100%

    Hendrik Simorangkir - 07 September 2020 14:29 WIB
    Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang Naik 100%
    Ilustrasi: Medcom.id
    Tangerang: Kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 mengalami lonjakan yang sangat signifikan di Kabupaten Tangerang, Banten. Lonjakan kasus naik terus hampir 100 persen, sebelumnya positif di Kabupaten Tangerang 424 kasus.

    Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan melonjaknya kasus lantaran didominasi aktivitas masyarakat yang keluar masuk wilayah Tangerang. 

    "Kasusnya naik terus hampir 100 persen. Kasus positif covid-19 di Kabupaten Tangerang masih didominasi oleh aktivitas masyarakat yang keluar masuk wilayah Tangerang," ujarnya, Senin, 7 September 2020.

    Baca: Gubernur Banten Berlakukan PSBB di Semua Wilayah

    Tarmizi menuturkan, kondisi tersebut juga disebabkan perubahan perilaku masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan atau adaptasi kebiasaan baru belum maksimal.

    Tarmizi menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali membuka Rumah Singgah Griya Anabatic, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Hal itu menyusul kasus covid-19 meningkat tajam. 

    Sebelumnya, Rumah Singgah Griya Anabatic telah ditutup setelah Kabupaten Tangerang mengalami penurunan kasus yang cukup signifikan.

    "Kita juga akan membuka lagi rumah singgah covid-19, dan ini juga cara untuk menekan kasus tersebut," katanya. 

    Selain itu, kata Tarmizi, Pemkab Tangerang juga melakukan sejumlah upaya untuk menekan kasus covid-19. Terlebih saat ini, mutasi virus korona menjadi D164G telah masuk ke Indonesia.

    Upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yakni memastikan masyarakat menerapkan standar protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak).

    "Kaitan dengan mutasi virus korona, kita lakukan sejumlah antisipasi, mengingat penularan mutasi virus itu 10 kali lebih cepat. Dan upaya kita untuk mengantisipasi penyebaran itu, yakni dengan memastikan masyarakat menerapkan 3M melalui razia yang terus kita maksimalkan," ungkapnyam

    "Bahkan saat ini, diperkuat dengan penerapan denda atau sanksi bagi yang tidak mematuhi,"  imbuhnya. 

    Selain untuk mengantisipasi penularan D164G, penerapan 3M di masyarakat pun bertujuan menekan kasus covid-19 yang terus meningkat secara signifikan di wilayah tersebut.

    "Kaitan dengan mutasi virus Corona, diketahui terdapat 22 whole genome sequencing yang sudah di-aumbit ke seluruh Indonesia dari Surabaya, Bandung, Yogya, LIPI dan Eijkman," katanya.

    Data per hari Minggu, 5 September 2020, 848 terkonfirmasi positif covid-19, sembuh 567, dan meninggal 23 orang. Sementara pasein dalam pengawasan (PDP) 1.229, PDP proses pengawasan 315, PDP sembuh 858, PDP meninggal 56. 

    Kemudian, orang dalam pantauan (ODP) 1289, ODP proses pemantauan 71 dan ODP sembuh 1.218. Angka kesemuanya naik dua kali lipat dari data pada Kamis, 3 September 2020. 

     

    (ALB)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id