Terminal Bandara Pelabuhan se-Jatim Disemprot Disinfektan

    Amaluddin - 21 Maret 2020 09:12 WIB
    Terminal Bandara Pelabuhan se-Jatim Disemprot Disinfektan
    Sejumlah petugas Dishub Jatim melakukan penyemprotan cairan disinfektan di dalam bus di dalam terminal. (ISTIMEWA)
    Surabaya: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke pelabuhan, bandara dan terminal di wilayahnya. Upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) di ruang publik. 

    "Penyemprotan disinfektan di ruang publik, kita lakukan hampir tiga kali dalam sehari," kata Kepala Dishub Jatim, Nyono, dikonfirmasi, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Nyono mengatakan penyemprotan dilakukan di titik-titik tempat berkumpulnya penumpang di terminal, seperti ruang tunggu, toilet, tempat parkir dan tempat naiknya penumpang ke bus. Selain penyemprotan disinfektan, juga disediakan tempat cuci tangan dengan sabun, serta cairan hand sanitizer.

    "Penumpang yang hendak naik bus wajib cuci tangan terlebih dahulu. Bus juga disemprot disinfektan sebelum berangkat, meliputi bagian bagasi atas, tempat pegangan penumpang, bagian pegangan pintu bus, tempat duduk dan seluruh bagian dalam bus," jelasnya.

    Pos pelayanan kesehatan juga disediakan di terminal se- Jatim. Pos kesehatan itu khusus memeriksa penumpang yang mengalami gejala korona. 

    Baca: 15 Warga Jatim Positif Korona, Surabaya Tertinggi|

    "Bagi penumpang dengan gejala covid-19 akan diproses sesuai SOP penanganan kesehatan yang berlaku," ujarnya.

    Selain di terminal, kata Nyono, penyemprotan disinfektan juga dilakukan di fasilitas perhubungan lainnya, seperti di pelabuhan dan bandara. Antisipasi dilakukan bersama Dishub Jatim, Dishub kabupaten/kota, dan instansi Dishub pusat di Jatim.

    "Semua pintu masuk perjalanan orang dan barang dari dan ke Jatim, harus dipastikan melakukan sesuai SOP perhubungan dalam penanganan covid-19. Sehingga ruang gerak penyeberan virus ini bisa kita tekan," bebernya.

    Nyono mengimbau agar masyarakat tidak bepergian kecuali darurat. Dengan begitu bisa menekan risiko penyebaran virus korona.

    Hingga saat ini, pasien positif korona di Jawa Timur sebanyak 15 orang. Sebanyak tujuh orang di antaranya di Surabaya, dua berada di Malang.

    Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah dari 36 orang menjadi 72 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) dari 91 orang sejumlah 635 orang. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan di Jawa Timur.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id