4 Warga Nganjuk Jadi Korban King of The King

    Amaluddin - 31 Januari 2020 11:06 WIB
    4 Warga Nganjuk Jadi Korban King of The King
    Spanduk memuat tulisan kerajaan abal-abal mirip Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire muncul di Tangerang. (Foto: Istimewa)
    Surabaya: Sebanyak Empat orang asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi korban King of The King atau Indonesia Mercusuar Dunia (IMD). Keempat korban itu mentransfer uang dan memasang spanduk Mr. Dony Pedro, agar mendapat imbalan Rp1 miliar.

    "Kami masih mendalami modus imbalan miliaran rupiah bagi orang yang telah menyetor uang ke rekening yang sudah ditentukan, dan memasang banner Mr. Dony Pedro King of The King ini," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya, Jumat, 1 Januari 2020.

    Keempat korban itu masing-masing berinisial AG, DS, W, dan P. Mereka mengaku telah memasang spanduk di Pasar Burung Warujayeng Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada 31 Desember 2019. Spanduk yang telah dipasang kemudian direkam video dan diunggah ke media sosial, agar mendapat imbalan Rp1 miliar. 

    "Kata salah satu korban berinisial AG, apabila membuat banner lalu disosialisasikan ke medsos, dan mengirimkan uang Rp1,5 juta dijanjikan mendapat uang per banner Rp1 miliar," ungkap Truno.

    Truno mengatakan keempat korban berstatus saksi. Dia memastikan keempatnya merupakan korban King of The King.

    "Mereka tidak bermaksud menyebarkan ke masyarakat atau merekrut anggota baru, melainkan berharap imbalan dari Dony Pedro," jelasnya.

    Penyidik masih mendalami keterangan keempat korban. Pihaknya juga melacak perihal sebaran informasi imbalan uang miliaran rupiah tersebut.

    "Kami terus melacak siapa yang menyosialisasikan sistem transfer Rp1,5 juta dengan imbalan Rp1 miliar ini," ujarnya.

    Penyidik juga mendalami beberapa alat bukti yang disita dari empat korban. Alat bukti berupa dua spanduk bertuliskan Presiden King of the King, Presiden bank UBS atau Presiden PBB Mr. Dony Pedro, dan lima lembar bukti transfer ke Rosmini. 

    "Kemudian ada juga enam pecahan uang korea selatan, sebanyak 23 ID card IMD, dan empat lembar dupilkat scan dokumen senilai Rp2 miliar dolar," ucap dia.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id