Curah Hujan Tinggi Faktor Utama Penyebab Banjir

    Antonio - 05 Januari 2020 10:09 WIB
    Curah Hujan Tinggi Faktor Utama Penyebab Banjir
    Warga membersihkan rumah pascabanjir di Pondok Arum, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (4/1/2020). ANTARA FOTO/Fauzan
    Bekasi: Curah hujan yang tinggi, alih fungsi lahan, dan penambangan menjadi penyebab banjir dan longsor yang melanda wilayah Jabodetabek dan Banten beberapa waktu lalu. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengatakan masing-masing daerah mempunyai permasalahan untuk penyerapan air.

    "Di Jakarta Timur termasuk Bekasi dan Depok itu curah hujannya di atas 300 mm. Di Halim Perdanakusuma itu ternyata oleh BMKG curah hujan mencapai rekor tertinggi yaitu 377 mm per hari dan belum pernah dalam sejarah itu Bandara Halim Perdanakusuma yang juga merupakan pangkalan militer pangkalan TNI AU itu mengalami banjir, baru pertama," kata Doni di Bekasi, Sabtu malam, 4 Januari 2020.

    Doni menjelaskan penyebab terjadinya longsor sekitar 1.000 hektare di Kabupaten Bogor yakni alih fungsi lahan. Lahan yang semula dimanfaatkan melalui Hak Guna Usaha (HGU) terlantar sejak berakhirnya izin tersebut pada tahun 2000. Kemudian kata Doni lahan yang terlantar itu ditanami tanaman jangka pendek seperti sayuran dan jagung oleh masyarakat.

    "Kawasan yang ada itu sebagian besar itu kemiringanya di atas 40 derajat ya, jadi dengan kemiringan yang sangat terjal ini lantas ditanami dengan tanaman yang relatif tidak punya akar yang kuat ditambah lagi dulunya adalah tanaman keras, lantas setelah belasan tahun itu akarnya membusuk," jelas Doni.

    Sehingga lanjut Doni banyak rumah yang ada di bibir sungai termasuk di bawah pada pertengahan tebing mengalami kerusakan yang luar biasa hingga tertimbun. Selanjutnya banjir dan longsor di Kabupaten Lebak disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan aktivitas tambang di Kawasan Taman Nasional Halimun Salak.

    "Jadi beberapa kawasan itu tambang-tambang tersebut menampung air dengan debit yang tinggi," ungkap Doni.

    Selain itu penyebab banjir di Lebak juga diperkirakan karena terjadinya penutupan di anak Sungai Ciberang yang berakibat terjadi penimbunan air yang pada saat kemampuannya sudah tidak kuat menyapu seluruh kawasan di sepanjang Sungai ciberang terutama di Desa Cipanas, Kecamatan Lebak Gedong di Lebak.

    "Sepanjang aliran sungai tersebut rumah-rumah hanyut. Bahkan ada sekolah yang juga terbawa air bah dan sungai-sungainya pindah ya. Jadi kita menyaksikan sebuah kejadian yang luar biasa yang sangat dahsyat ya," pungkas Doni.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id