Hak ABK yang Jasadnya Dibuang ke Laut Diteruskan ke Keluarga

    Muhammad Syawaluddin - 22 Januari 2020 20:55 WIB
    Hak ABK yang Jasadnya Dibuang ke Laut Diteruskan ke Keluarga
    ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
    Makassar: Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) menjamin akan membantu keluarga almarhum Muhammad Alfatah, Anak Buah Kapal (ABK) yang dibuang ke laut lepas beberapa waktu lalu untuk mendapatkan hak-haknya selama bekerja.

    Ketua PT Alfira Perdana Jaya yang berada dalam naungan PJTKI, Parlintongan, mengatakan bahwa pihaknya bakal turun langsung dalam mengawal dan membantu agar keluarga almarhum bisa mendapatkan hak-hak baik berupa gaji maupun tunjangan.

    "Saya akan membantu mengurus agar hak-hak (gaji dan tunjangan) yang disepakati antara dia (almarhum) dan perusahaan dapat diberikan kepada keluarga almarhum," kata Parlintongan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 22 Januari 2020.

    Terkait kebijakan Kapten Kapal yang membuat jasad almarhum Muhammad Alfatah ke laut dengan alasan agar penyakit tidak menular, Parlington enggan mengomentari sebab itu bukan ranahnya.

    Pihaknya, hanya membantu dan untuk mengurus BPJS dalam negeri almarhum dan dia mengaku tidak memiliki wewenang. Namun, hal itu sudah dibicarakan dengan BNP2TKI.

    Menurut Parlintongan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Makassar, melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Makassar.

    "Di dalam negeri saya tidak berhak urus BPJS (ketenagakerjaan). Tapi itu sudah kita sampaikan ke BNP2TKI," jelas Parlintongan.

    Sebelumnya jenazah seorang anak buah kapal (ABK) pesiar dibuang ke laut lepas. ABK yang diketahui bernama Muhammad Alfatah itu dibuang oleh Kapten Kapal karena meninggal akibat sakit yang diderita.

    Pembuangan jenazah Muhammad Alfatah yang merupakan warga Desa Banca, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan itu tertuang dalam pemberitahuan dari  Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat Jendral Protokol dan Konsuler, bernomor 00574/WN/01/2020/66, tanggal 16 Januari 2020. 




    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id