Presiden Sebut Karhutla Terorganisasi

    Antara - 17 September 2019 14:40 WIB
    Presiden Sebut Karhutla Terorganisasi
    Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meninjau penanganan karhutla di Riau, Selasa (17/9. Foto: ANT/Puspa Perwitasari
    Pekanbaru: Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa, 17 September 2019. Presiden menduga karhutla terorganisasi. 

    "Kalau lihat luasannya (lahan) besar sekali. Ini terorganisasi. Nanti coba ditanyakan Pak Kapolri penangannya secara detail," tegas Presiden Jokowi di lokasi karhutla, di Riau, melansir Antara. 

    Pemerintah melalui Polri berupaya melakukan penindakan hukum kepada pihak yang terbukti menyebabkan karhutla. Dia menegaskan pentingnya menjaga komitmen seluruh pihak untuk mencegah terjadinya karhutla, sehingga biaya pemadaman bisa ditekan. 

    "Pencegahan itu lebih efektif. Pencegahan itu tidak membutuhkan biaya banyak. Lebih efektif. Tapi kalau sudah kejadian seperti yang kita lihat sekarang ini, sudah kerja yang luar biasa (sulitnya)," ujarnya. 

    Saat meninjau, Jokowi sempat bertanya ke sejumlah aparat yang bertugas memadamkan kebakaran di lokasi. Petugas mengatakan api yang besar membuat penanganan membutuhkan waktu cukup lama.

    "Saya tanya tadi TNI dan Polri yang ada di sini sudah berapa hari (bertugas). Sudah lebih dari satu bulan. Lebih dari satu bulan," ujarnya. 

    Presiden melanjutkan lahan yang tengah diupayakan pemadamannya merupakan lahan gambut. Seperti diketahui lahan gambut yang terbakar relatif sulit ditangani.

    "Apalagi di daerah gambut seperti sekarang ini. Lebih sulit lagi. Kelihatan sudah padam, (tapi) api di bawahnya masih menganga," ucapnya.

    Jokowi berharap masing-masing pihak menjalankan komitmen pencegahan karhutla agar tidak terulang kembali. "Perlu kita ingatkan agar pencegahan oleh desa, camat, bupati, bhabinsa, bhabinkamtibmas, polsek, koramil adalah yang pertama harus dikerjakan. Kalau sudah kejadian akan sulit," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id