comscore

BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO

Amaluddin - 27 Juni 2022 18:19 WIB
BPOM Dorong Vaksin Merah Putih Didaftarkan ke WHO
ilustrasi/Medcom.id
Surabaya: Proses produksi Vaksin Merah Putih diharapkan segera rampung dengan hasil maksimal. Sehingga produk dalam negeri itu bisa didaftarkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan bisa diekspor.

"Harapan kami vaksin ini (Merah Putih) juga didaftarkan ke WHO dan ke depan tidak hanya menjadi alternatif pilihan dalam negeri, tapi juga menjadi produk ekspor," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny Kusumastuti Lukito, pada acara Kick Off Uji Klinik Fase 3 Vaksin Merah Putih di Unair surabaya, Senin, 27 Juni 2022.
Penny mengatakan jika Vaksin Merah Putih bisa didaftarkan ke WHO dan diekspor, bukan tidak mungkin namanya akan diganti menjadi lebih universal. Penny siap memintakan nama kepada Presiden Joko Widodo jika nantinya Vaksin Merah Putih Unair bisa diekspor.

Ia kembali meminta agar hasil dari uji klinis fase tiga Vaksin Merah Putih segera didapatkan agar bisa segera diproduksi massal.

"Nanti mungkin dengan nama yang kita mintakan kepada Bapak Presiden, dengan nama yang universal kalau nanti benar-benar bisa diekspor," ujarnya.

Penny menyatakan keberhasilan pengembangan Vaksin Merah Putih Unair menjadi kebanggaan bagi seluruh elemen bangsa. Mengingat Vaksin Merah Lutih Unair merupakan vaksin pertama karya anak bangsa, yang betul-betul dimulai dari awal di dalam negeri.

"Jadi dari benih vaksinnya ya virusnya dari Indonesia, dari pasien kita di Indonesia. Jadi betul-betul membanggakan," ungkapnya.
 
Baca: Unair Libatkan 4.005 Subjek Selama Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih

Sementara itu, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes Agusdini Banun Saptaningsih menambahkan pengembangan Vaksin Merah Putih Unair merupakan langkah besar dalam upaya Indonesia mewujudkan kemandirian di bidang produksi vaksin. Ia mengatakan pandemi covid-19 telah menyadarkan pemangku kebijakan untuk memperkuat pertahanan sistem kesehatan.

"Kita juga akan melakukan transformasi bidang kesehatan salah satunya untuk ketahanan sistem kesehatan melalui resillensi kefarmasian," ujarnya.

Sementara terkait peruntukkan Vaksin Merah Putih, kata Agusdini, kemungkinan nantinya akan digunakan untuk booster dan vaksin anak. Namun, ia masih belum bisa memastikan rentang usia anak yang menjadi sasaran Vaksin Merah Putih Unair dengan alasan maaih harus melakukan penelitian lanjutan.

"Tapi didorong selain sebagai booster, juga untuk vaksinasi anak," ujarnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id