comscore

Populer Daerah: Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi Dihentikan Hingga Perampok di Cirebon Ditangkap

Nur Azizah - 07 Juni 2022 07:08 WIB
Populer Daerah: Pencarian Korban KM Ladang Pertiwi Dihentikan Hingga Perampok di Cirebon Ditangkap
Evakuasi awak kapal dari Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi.
Makassar: Proses pencarian korban kapal KM Ladang Pertiwi secara resmi dihentikan. Penghentian dilakukan setelah tim gabungan melakukan operasi selama sepuluh hari sejak informasi masuk ke Basarnas Sulawesi Selatan.
 
"Dengan berat hati operasi SAR kecelakaan kapal dinyatakan ditutup pada hari ke-10," kata Kepala Basarnas Sulawesi Selatan, Djunaidi, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 6 Juni 2022.
 
Ia mengatakan sangat berat menutup operasi pencarian korban kapal KM Ladang Pertiwi. Namun, selama operasi berlangsung segala daya dan upaya telah dikerahkan semua tim yang tergabung dalam proses tersebut.

"Segala upaya yang telah dilakukan tidak menemukan tanda keberadaan korban lainnya. Kami menyampaikan belasungkawa," ungkapnya.
 
Djunaidi juga menyampaikan semoga kejadian tenggelamnya kapal KM Ladang Pertiwi ini menjadi pelajaran dan renungan bagi semua pihak agar mengutamakan keselamatan dan keamanan bersama. Sehingga tidak terjadi hal serupa.
 
Baca juga:  Tak Dikenali Keluarga, 2 Korban KM Ladang Pertiwi Dibawa DVI Polda Sulsel
 
"Sebagai informasi 15 orang saat ini masih didalam manifes, masih menjadi catatan kepala desa," ujarnya.
 
Ia juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian kapal KM Ladang Pertiwi yang tenggelam pada Kamis, 26 Mei 2022, saat menuju ke Pulau Pamantauang, Kecamatan Kalmas, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
 
Sebelumnya, Kapal Motor Ladang Pertiwi dilaporkan tenggelam di sekitar Selat Makassar. 26 orang dinyatakan hilang akibat peristiwa itu. Tapi data terakhir orang yang belum ditemukan adalah 16 orang. 
 
Kapal tujuan dengan rute Makassar-Pulau Pammantuang, Kecamatan Liukang Kalmas,  Kabupaten Pangkep itu dinyatakan tenggelam pada Kamis, 26 Mei 2022 pukul 03.30 Wita di perairan Pammantauan. 
Pemberhentian pencarian korban KM Ladang Pertiwi menjadi berita paling banyak dibaca di kanal Daerah Medcom.id. Berita lain yang juga menarik pembaca terkait Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi bertekad memupuk generasi muda.

Bekasi: Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bekasi bertekad memupuk generasi muda dengan wawasan kebangsaan. Salah satunya, dari 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
 
Ketua DPD LDII Kota Bekasi, H Ary Widjanarko, mengatakan komitmen membumikan Pancasila juga diyakini mampu mewujudkan terbentuknya toleransi beragama.
 
"Dengan merawat nilai-nilai Pancasila maka mampu juga sebagai kunci mempertahankan moderasi beragama di Indonesia. Program pengabdian pertama adalah ‘Wawasan Kebangsaan’ menjadi prioritas utama pengabdian LDII dalam ikut serta mempertahankan NKRI dengan dengan 4 pilar utamanya adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika," kata Ary dalam keterangan pers, Senin, 6 Juni 2022.

Baca: Kemendagri: Ormas Tidak Boleh Bertentangan dengan Pancasila
 
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, H Shobirin, mengatakan LDII telah membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program prioritas Kementerian Agama tahun 2022 yaitu program penguatan moderasi beragama.
 
"Mengapa moderasi beragama sangat penting, karena sebagai sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa sehingga tercipta hidup yang rukun, harmonis, damai, toleran serta taat konstitusi," jelasnya.
 
Senada, Dandim 0507 Letkol Luluk Setyanto, mengatakan moderasi merupakan kegiatan yang penting dilakukan agar kebersamaan dan menghargai perbedaan tetap terjaga.
 
"Semoga kegiatan webinar kebangsaan ini bisa dikembangkan dan ditularkan sehingga masyarakat bisa peka tentang hidup damai dan saling berdampingan," ungkap Luluk.
 
Menurut Luluk konsep kebangsaan melalui Pancasila 1 Juni 1945, jauh sebelum berdirinya Indonesia untuk memahami nilai-nilai Pancasila.
 
"Maka kita akan menjalankan moderasi beragama, karena digali dari agama, budaya. Dan lahirlah Pancasila sebagai jalan tengah karena di Indonesia terdiri bangsa, agama, suku dan ras," ujar Luluk.

Berita lain yang juga banyak dibaca terkait perampokan di rumah bos rajungan di Cirebon. 

Cirebon: Jajaran Kepolisian Resor Kota Cirebon, menangkap HH, 26, pelaku perampokan yang dilakukan di rumah bos rajungan di wilayah setempat.
 
Dalam peristiwa yang terjadi pada malam Idulfitri 2022, itu warga Desa/Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, berhasil menggondol emas seberat 50 gram dan uang tunai sebesar Rp50 juta.
 
Kapolresta Cirebon Kombes Arif Budiman mengatakan pelaku melakukan aksinya dengan mencongkel pintu rumah korban dan langsung menggasak sejumlah harta benda.

"Saat itu, rumah korban sedang kosong, karena sedang silaturahmi ke keluarganya," kata Arif, Senin, 6 Juni 2022.
 
Baca juga:  Ambil Uang dan Sembako, Komplotan Pencuri Ditembak
 
Arif menerangkan uang hasil curian sebesar Rp50 juta, sudah dihabiskan oleh pelaku saat lebaran. Sedangkan emas milik korban, sebagian sudah dijual.
 
Hasil penjualan emas yang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian, sebesar Rp14 juta. Pelaku juga sempat menggondol emas imitasi yang ada di rumah korban.
 
"Uang Rp50 juta sudah habis. Sedangkan emas yang 50 gram, sebagian ada yang sudah dijual," kata Arif.
 
Pihaknya berhasil menangkap pelaku, setelah mendapatkan informasi dari saksi, yang sempat melihat pelaku loncat ke atas pagar rumah korban. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 363 ayat 3 dan 5 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id