Aplikasi Jalan Cantik Terima 2 Ribu Aduan Jalan Rusak

    Gervin Nathaniel Purba - 17 Desember 2020 12:39 WIB
    Aplikasi Jalan Cantik Terima 2 Ribu Aduan Jalan Rusak
    Hingga saat ini, aplikasi Jalan Cantik telah menerima 2.930 aduan jalan rusak (Foto:Dok)



    Semarang: Aplikasi Jalan Cantik milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi andalan masyarakat Jawa Tengah untuk melaporkan keberadaan jalan yang rusak. Hingga saat ini, Jalan Cantik telah menerima 2.930 aduan.

    Dari angka tersebut, ada sekitar 1.266 aduan jalan rusak dan 1.664 aduan lain-lain. Secara rinci, aduan masyarakat yang masuk ke dalam aplikasi ada 81 jalan nasional, 219 jalan provinsi, 727 jalan kabupaten, dan 239 jalan desa.






    Sedangkan 1.664 masuk data laporan lain-lain, karena aduan tidak lengkap serta bukan terkait penanganan jalan.

    Aplikasi jalan Cantik merupakan layanan mudah, murah, cepat, transparan dan akuntabel sebagai upaya penanganan kerusakan jalan rusak 1x24 jam. Aplikasi yang diinisiasi Dinas PU dan Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah bebasis android. Aplikasi tersebut resmi diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah pada 28 Juni 2019 lalu.

    Kepala Dinas PU Dan Bina Marga Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, AR Hanung Triyono menuturkan, aplikasi Jalan Cantik awalnya dibuat sebagai layanan 24 jam bagi
    masyarakat terkait laporan jalan provinisi yang rusak dan membutuhkan penanganan.

    Pada perkembangannya, banyak masyarakat yang melaporkan jalan rusak di luar kewenangan provinsi, seperti jalan nasional, jalan kabupaten, dan desa.

    Namun, semua aduan masyarakat terkait kondisi jalan rusak tetap dilakukan penanganan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan jalan yang di luar provinsi akan dilakukan koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan.

    "“Untuk aduan kondisi jalan rusak yang masuk kewenangan provinsi akan langsung ditangani dengan cepat. Kami siaga 24 jam. Sedangkan jalan nasional, kabupaten, dan desa akan dikoordinasikan dengan yang memangku kewenangan,” ujar Hanung, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 17 Desember 2020.

    Dari total 2.930 aduan yang masuk, ada 2.737 laporan penanganan, 2.246 sudah selesai ditangani, dan 67 aduan lainnya sedang dalam proses penanganan. Selain jalan rusak, 193 aduan yang masuk kategori lain-lain juga telah selesai ditangani.

    "Kami siapkan petugas yang reaksi cepat untuk penanganan. Ya, sekitar tiga hingga enam jam sampai di lokasi. Untuk waktu atau durasi penanganan tergantung besar-kecilnya kerusakan. Kalau hanya tambal lubang hari itu bisa langsung jadi. Kami juga bentuk Masyarakat Bina Marga (Masbima) yang juga melakukan penanganan di lapangan,” ujar Hanung.

    Penanganan kondisi jalan rusak masih menemui beberapa kendala. Hal itu lantaran aduan yang masuk bukan hanya kondisi jalan milik provinsi.

    “Iya, itu kendalanya untuk aduan jalan yang di luar kewenangan provinsi. Sebagai solusi kami membentuk grup-grup media sosial untuk melakukan koordinasi,” kata dia.

    Hanung berharap, adanya aplikasi Jalan Cantik tersebut dapat mempercepat proses pembangunan. Terutama infrastruktur jalan di Jawa Tengah. Sehingga, masyarakat diminta proaktif untuk ikut serta mengontrol dan melaporkan kondisi jalan yang membutuhkan penanganan.

    “Harapannya, tidak ada laporan lagi. Artinya semua jalan di Jawa Tengah kondisinya baik semua. Tapi kami minta masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan baik,” ucap Hanung.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id