Penyelundupan 61 Kg Sabu di Aceh Digagalkan

    Fajri Fatmawati - 06 Januari 2021 20:06 WIB
    Penyelundupan 61 Kg Sabu di Aceh Digagalkan
    Konferensi pers pengungkapan penyulundupan narkoba jenis sabu seberat 61.000 kilogram. Foto: Istimewa.
    Banda Aceh: Polda Aceh menggagalkan penyelundupan 61 kilogram narkoba jenis sabu. Selain itu, sebanyak enam tersangka ditangkap.

    Kapolda Aceh, Irjen Wahyu Widada, mengatakan pengungkapan kasus itu terjadi di dua lokasi berbeda. Yakni di depan terminal Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dan di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

    "Berawal dari adanya informasi yang diterima personil gabungan Polda Aceh beserta jajaran tentang adanya pendaratan narkotika via laut oleh pelaku jaringan International," ujarnya, Rabu, 6 Januari 2021.

    Kemudian, tim gabungan melakukan pengadangan dan menghentikan mobil yang diduga kurir di depan terminal Lhoksukon, Aceh Utara. Dalam pengadangan tersebut petugas menangkap lima tersangka, beserta 15 kilogram sabu.

    Baca: 4 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia Ditangkap Polresta Tangerang

    "Di TKP Lhoksukon petugas berhasil mengamankan 15 kg sabu beserta lima orang tersangka, yaitu FKH, 29, AMD, 27, ND, 55, EDF, 28, dan MHD, 35," ucap Wahyu.

    Setelah dilakukan pengembangan, pihaknya kemudian menangkap satu tersangka lainnya berinisial RS, 41, di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Aceh. Selain itu, turut disita barang bukti 46 kg sabu.

    "Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas di TKP Lhoksukon berupa narkotika jenis sabu seberat 15 kg, 3 unit HP Nokia, 1 unit HP Android, 1 unit mobil Daihatsu Xenia dengan Nopol BL 1601 BN, 1 unit HP satelit merk Thuraya, 1 unit GPS, dan 1 unit Bout nelayan jenis Oskadon," ungkapnya.

    Baca: Simpan Sabu dalam Tangki Solar, 4 Kurir Ditangkap

    Sementara itu, di TKP Aceh Timur petugas menyita barang bukti berupa sabu 46 kg, 1 pucuk senjata api jenis revolver beserta 5 butir amunisi, 1 unit mobil Honda CRV dengan Nopol BK 1348 AAS, 2 unit HP Nokia, dan 1 unit HP Vivo.

    "Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), subs pasal 115 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat pidana mati," jelasnya.

    Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang turut hadir pada konferensi pers mengapresiasi pengungkapan narkoba yang dilakukan oleh Polda Aceh. "Ini salah satu bentuk upaya untuk menyelamatkan generasi emas Aceh ke depannya," kata Nova.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id